Warta Parlementeria

Dewan Meminta Pemerintah Dan Pertamina Bangun SPBU di Kutara

antonSANGATTA. Warga Pedalaman memang warga paling sabar! Jika warga perkotaan menikmati bahan bakar minyak bersubsidi masih teriak karena terkadang stok di SPBU kosong, ternyata bagi warga pelosok, masalahnya bukan hanya karena stok kosong, tapi juga harga yang mahal, karena mereka tidak pernah menikmati harga subsidi, tapi tetap juga diam.

Diamnya warga ini, karena sulit menyalurkan keluhannya, termasuk karena sudah bosan berjuang namun tidak ada realisasi pembangunan SPBU, yang bisa meringankan masalahnya. Karena itu, anggota DPRD Kutim Anton Darmawan menyatakan sepanjang dirinya masih jadi anggota DPRD Kutim, dia akan tetap berjuang agar pemerintah mendorong pembangunan SPBU di lima kecamatan di Kutai Utara (Kutara).

“Salah satu yang saya akan perjuangkan terus selama saya masih anggota DPRD adalah pembangunan SPBU di Kutai Utara. Karena di Kutara, hanya ada satu APMS yang letaknya di Muara Wahau, dengan stok sangat terbatas, karena itu, setiap diisi, hanya dalam hitungan jam sudah ludes diserbu pembeli. Pasokannya pun hanya sekali seminggu. Jadinya, masyarakat membeli bensin eceran dangan harga minimal Sembilan rubu rupiah, bahkan bisa sampai belasan ribu, karena pasokan tidak stabil,” katanya.

Dikatakan, perjuangan agar dibangun SPBU di Kecamatan sepetti Muara Ancalong, Muara Bengkal, Wahau, sudah dilakukan bertahun-tahun, namun hingga kini belum juga ada realisasi. Tapi, mereka akan tetap berusaha, karena ini menyangkut kebutuhan ratusan ribu masyarakat di Kutara.

“Listrik, PDAM, sudah lumayan di sana. Yang paling sulit saat ini masalah BBM. Kami minta supaya dibangun 5 SPBU di 5 kecamatan. Atau kalau sulit langsung 5, bertahap saja,” katanya.

Dikatakan, memang pembangunan SPBU itu urusan swasta, namun jika ada keterlibatan pemerintah, khusuanya dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) untuk melobi PT Pertamina untuk memberikan pasokan BBM, maka yakin ada perhatian dari Pertamina. Sebab biar ada SPBU, namun tidak ada pasokan BBM, itu juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah.

“Untuk mempercepat pembangunan beberapa SPBU itu, kami berencana akan memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim untuk membahas masalah itu. Tujuan, supaya Disperindag Kutim dapat bersurat kepada Pertamina untuk memberikan pasokan BBM pada SPBU. Karena ada SPBU di Muara Wahau sana, tapi pasokan BBM nya tidak maksimal,” katanya.

Anton mengusulkan, supaya pemerintah juga mendorong swasta bisa membangun SPBU di Muara Ancalong. Supaya yang ada di Muara Wahau bisa difokuskan untuk melayani kebutuhan BBM masyarakat Kongbeng dan Telen saja.

“Idealnya, di masing-masing kecamatan di Kutara itu harusnya ada satu SPBU. Mudah-mudahan di pemerintahan Kutim yang baru ini, merealisasikan keinginan masyarakat. Kalau di DPRD, saya akan mencoba merangkul teman-teman fraksi lainnya untuk sama-sama memperjuangkan itu,” katanya.(ADV/wal)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: