Hukum Dan Kriminal

Polres Kutim Punya Utang Dua Kasus Penemuan Bayi

Ilustrasi (Sumber Foto : Google.com)

SANGATTA,wartakutim.com – Polres Kutai Timur (Kutim) kini punya dua utang kasus penemuan bayi, yang belum terungkap. Bayi pertama yang ditemukan yakni bayi perempuan yang diperkirakkan baru saja dilahirkan ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan. Ditemukan warga mengambang dan terbungkus dalam kantong plastik di sekitar dermaga ponton (perahu penyebrangan) di Desa
Sangatta Selatan, Rabu (9/12) tahun lalu.

Sedangkan kasus kedua, yakni penemuan bayi dalam kardus, ditemukan Minggu (27/3) sekira pukul 21.30 wita. Bayi laki-laki dalam kardus ditemukan oleh Rahmayuna warga Perumahan Bumi Etam, PT KPC, di Swarga Bara, Sangatta Utara. Bayi berusia 2 hari itu, oleh orang tuanya di simpan di teras rumah Rahmayuna dan suaminya Edwin Susanto.

Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandoko kepada wartawan belum lama ini di Mapolres Kutim mengakui, dua kasus ini belum ada titik terang, siapa orang tuanya. Sebab segala kemungkinan sudah diselidiki, namun hingga kini belum ada mengarah ke siapa orang tua bayi.

“Jadi mungkin saja, orangtuannya dari luar Kutim, karena itu tidak terlacak,” katanya.

Dia menambahkan, untuk bayi dalam kardus, penyelidikan dilakukan di semua Puskesmas dan rumah bersalin di Sangatta, namun tidak ada yang mencurigakan. Termasuk, menyisir berbagai pelosok, siapa yang hamil, namun ternyata tidak ada bayi-nya, juga dilakukan namun tidak ada juga yang ketahuan.

“Untuk Bayi dalam kardus, hingga kini masih sehat, di rawat di RSUD. Proses adopsi, sedang dilakukan di Dinas Sosial. Namun karena banyaknya persyaratan, yang mencapai 20 persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga prosesnya belum selesai,” katanya.

Dikatakan, dalam kasus bayi Kardus ini, kemungkinan dilahirkan di bidan, atau puskesmas, memang tidak ada. Sebab, dari cara memotong tali pusatnya, sangat beda. Dari potongan tali pusar bayi, kalau lahir di rumah sakit, pasti ada disisakan sedikit. Tapi itu, pas sama rata dengan kulit bayinya. Kemungkinan bayinya lahir di dukun beranak, namun dimana, itu masih diselidiki terus.

Sementara bayi perempuan yang diperkirakkan baru saja dilahirkan, dan ditemukan nyangkut di ponton kemudian ditemukan dalam kondisi membusuk Rabu (9/12) lalu, juga sama. Mayat bayi ditemukan Asruddin (42), sekitar pukul 06.30 wita petang, tersangkut dermaga penyebrangan ponton. Semula, dirinya mengira isi dalam kantong plastik berwarna kuning yang terbungkus rapat itu hanyalah boneka. Namun setelah diangkatnya, tercium bau menyengat tajam.

“Bayi ini, juga belum diketahhui siapa orang tuanya. Ini temuan tahun lalu, yang terus diselidiki,” katanya.

1 Comment
To Top
%d blogger menyukai ini: