Berita Pilihan

Daerah Pesisir Siap Bentuk Kecamatan Baru

Pj Kades Pelawan (kiri, berjilbab) saat mengechek lokasi pembangunan SMK Swasta di desanya.

Sangatta, wartakutim.com – Seiring tumbuhnya perekonomian dan lajunya pembangunan di daerah pesisir Kutai Timur, maka hal tersebut mendorong semangat masyarakat untuk membentuk kecamatan baru sebagai suatu jalan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Keinginan ini muncul dikarenakan secara geografis dan tofografis, wilayah kecamatan asal yakni Sangkulirang dinilai teramat luas, dengan jumlah desa yang dibawahi sebanyak 15 desa. Kecamatan Sangkulirang merupakan salah-satu kecamatan tertua di Kutai Timur, mengingat keberadaan kecamatan ini sudah ada sejak jaman Kutai Induk belum terbagi menjadi beberapa daerah otonomi yang berlangsung pada tahun 1999.

Menurut Pj Kepala Desa Pelawan Tarbiatul Munawarah, ada 9 desa yang telah mempersiapkan diri untuk membentuk kecamatan baru di wilayah pesisir Kutim tersebut. Antara lain Perupuk, Tanjung Manis, Kerayaan, Peridan, Saka, Mandu Pantai Sejahtera, Mandu Dalam, Tepian Terap, dan Pelawan. Hal ini belum lagi dengan tambahan desa calon pemekaran dari desa Kerayaan, yakni desa Bual-bual.

“Pembentukan kecamatan Sangkulirang Seberang wajib dibentuk, dengan dasar pemerataan pembangunan dan mempermudah warga dari 9 desa untuk mengakses pelayanan publik dari pemerintah. Bahkan rencana pembentukkan kecamatan baru telah digulirkan semenjak Pak Ismunandar (Bupati Kutim, Red) masih menjabat sebagai Sekda. Sehingga masyarakat dari 9 desa terus berupaya untuk mewujudkan semangat pemerataan pembangunan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan, dengan mendorong terbentuknya kecamatan baru tersebut,” ungkapnya.

Hingga sekarang ada dua desa yang siap menjadi Ibukota Kecamatan Sangkulirang Seberang, yakni desa Pelawan dan desa Mandu Pantai Sejahtera. Bahkan untuk desa Pelawan, pihak desa telah menyiapkan 8 hektar lahan yang nanti dapat dipergunakan sebagai kawasan kantor pemerintahan. Dengan rincian 2 hektar lahan untuk kecamatan, 2 hektar untuk Koramil, 2 hektar Polsek, dan 2 hektar lahan lainnya untuk Puskesmas. Luasan lahan yang disebutkan tadi diluar lahan kantor desa yang telah ada sekarang ini. Di desa tersebut terdapat beberapa perusahaan yang beroperasi dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan karet, seperti PT. EBL, PT. Hanu Jaya, PT Hanu Sentra dan KPP Group.

“Tim Verifikasi dari Pemkab Kutim pada beberapa waktu lalu telah terjun ke dua desa yang rencananya akan dijadikan sebagai Ibukota Kecamatan. Untuk desa Pelawan sendiri, kami telah melaporkan perkembangan masif atas perkembangan dunia pendidikan hingga perekonomian warga desa yang jumlahnya mencapai 1.500 jiwa lebih. Di desa ini selain telah memiliki bangunan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, kini kami dari desa telah bekerjasama dengan PT. Hanu Jaya salah-satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang kini telah mengerjakan bangunan sekolah SMK Tri Daya Harapan,” ungkapnya.

Masyarakat dari 9 desa, rata-rata sangat ingin jika Kecamatan Sangkulirang Seberang dapat segera di realisasikan pembentukkannya oleh pihak Pemerintah Kabupaten. Harapan besar tersebut akan bersinergi dengan program-program pemerintah, yang mana akan membuka peluang besar bagi masyarakat setempat untuk dapat mengakses pelayanan listrik, pelayanan air, perbaikan jalur transportasi, pelayanan pendidikan, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

“Kami berharap agar pembangunan daerah pesisir dapat terus dioptimalkan, mengingat keberadaan pesisir tidak saja menjadi garda depan dalam menggerakkan pembangunan seperti yang diungkapkan oleh Presiden RI Jokowi, tetapi juga menjadi garda utama dalam mengoptimalkan pembangunan Kutim yang sekarang ini berada dibawah kepemimpinan putra asli Sangkulirang H Ismunandar,” ungkap Wani salah seorang warga setempat. (Nall)

1 Comment
To Top
%d blogger menyukai ini: