Berita Pilihan

24 Perusahaan Di Kutim Terima Penghargaan Dari Menteri Tenaga Kerja

Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri

SANGATTA,wartakutim.com  – Sebanyak 109 perusahaan di Kaltim akan menerima Penghargaan Nihil Kecelakaan atau Zero Accident Award dan 19 perusahaan akan menerima Penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2 HIV-AIDS di Tempat Kerja  dan Penghargaan Penerapan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) akan diberikan kepada 44 perusahaan di Kaltim.

Penghargaan tersebut diantaranya kepada perusahaan, kemudian pemkab Kutim yang diberikan dalam rangka pembinaan K3 oleh Menteri Tenaga Kerja RI. 24 perusahaan di Kutai Timur mendapatkan Penghargaan Nihil Kecelakaan atau Zero Accident diantaranya, sektor tambang 23 perusahaan kemudian sektor perkebunan satu perusahaan. Sementara untuk penghargaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) hanya dari sektor pertambangan saja. selanjutnya penghargaan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2 HIV-AIDS di Tempat Kerja juga kepada perusahaan pertambangan serta penghargaan kepada bupati Kutim sebagai pembina K3.

Hal ini sampaikan Kepala disnakertrans Abdullah Fausie melalui sambungan telepon selulernya langsung dari Jakarta. Acara tersebut akan berlangsung di Ruang Birawa Hotel Bidakara Jakarta, Rabu malam (18/5) besok. dikatakan Fausi, penghargaan tahun ini akan menurun dibandingkan tahun- tahun sebelumnya disebabkan ketatnya seleksi di nasional sehingga Kutim hanya mendapatkan penilaian dari Kabupaten dan Propinsi dari 24 perusahaan tersebut. penghargaan K3 sendiri adalah penghargaan keselamatan kesehatan kerja yang diberikan pemerintah kepada manajemen perusahaan yaitu bupati, wali kota, gubernur dan pemerduli K3 yang telah berhasil dalam melaksanakan program  K3 dengan tingkat kecelakaan kerja pada jangka waktu tertentu. kemudian untuk penghargaan SMK3 (red) juga diberikan pemerintah kepada manajemen perusahaan yang telah berhasil dalam melaksanaan keselamatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan pada jangka waktu tertentu. hal inilah yang menjadi penilaian.

Dijelaskan Fausi, penghargaan pembinaan K3 itu sendiri adalah penghargaan keselamatan kerja yang diberikan pemerintah RI dalam hal ini Menteri tenaga kerja RI kepada gubernur, bupati dan wali kota yang telah berhasil melaksanakan program pembinaan K3 kepada perusahaan ditempat masing- masing. sedangkan penghargaan HIV/ AIDS  adalah penghargaan perusahaan dengan  program pencegahan penanggulangan HIV/ AIDS ditempat kerja. “jadi perusahaan sebenarnya sudah berperan dalam rangka menekan pencegahan terhadap HIV/ AIDS ditempat kerja masing- masing”. Tutup Fausie

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Tenaga Kerja RI kepada bupati Kutim yang akan diwakili oleh wakil bupati Kutim Kasmidi Bulang yang rencananya akan bertolak dari Bali menuju Jakarta.

 

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: