Berita Pilihan

Ketua MUI Kutim Ragukan Kehalalan Ayam Potong di Kota Sangatta.

Ilustrasi Ayam Potong | Foto : google.com

Sangatta,wartakutim.com — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutai Timur Muhammad Adam mengatakan, masih banyak produk makanan olahan yang beredar di kota Sangatta tidak memiliki sertifikasi halal. Terutama produk olahan daging, baik olahan daging sapi ataupun daging ayam.

“Kami MUI Kutim hingga kini belum bisa berbuat banyak, jika ada pengusaha atau pedagang yang ingin melakukan sertifikasi halal terhadap rumah makan atau produk makanan olahannya,”katanya saat di temui di Kantor Setkab Kutim, Senin (13/6).

Lebih lanjut dia menambahkan, MUI Kutim hanya sebagai jembatan untuk menghubungkan dengan MUI Provisi Kaltim. Padahal jika mengacu pada instruksi MUI Pusat, paling lambat pada 2017 mendatang, semua MUI di Indonesia mulai tingkat provinsi hingga kabupaten, wajib memiliki laboratorium uji pangan sendiri di masing-masing daerah

“Inilah yang akan segera diusulkan ke Pemerintah Kabupaten Kutim untuk dicarikan solusinya.,”ungkapnya

Ketika ditanya terkait kehalalan dan mekanisme pemotongan daging sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di kawasan Batota Sangatta, Ia mengatakan  RPH sudah memiliki standar pemotongan dan diyakini kehalalannya.

Namun, lanjut Adam, yang kini jadi bermasalahan adalah pemotongan ayam di pasar-pasar di Sangatta. Dari pemantauan, dia menduga mekanisme pemotongan ayam ini tidak sesuai dengan ajaran Islam, terlebih tidak mengucapkan Asma Allah (Bismillah). Sehingga sangat diragukan kehalalannya.

“Mungkin bagi pedagang ayam tersebut tidak menjadi masalah, namun hal ini tentu menjadi masalah besar bagi masyarakat Sangatta khususnya yang beragama Islam yang mengkonsumsinya, karena mengkonsumsi makanan yang disembelih dengan cara tidak islami dan jelas haram,”terangnya.

Selain itu kata dia, sejumlah rumah makan di Kota Sangatta dan Kutai Timur pada umumnya masih banyak yang belum mengantongi Sertikat Halal dari MUI.

Lebih jauh Muhammad Adam berharap pemerintah Kutim mencarikan solusi terkait usulan pengadaan laboratorium pangan untuk MUI Kutim. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan pembangunan kantor  MUI yang tetap dan tidak mengontrak, seperti selama ini.

 (wal/ima)

3 Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: