Kecamatan

Camat Menyebut Pembangunan PDAM Sandaran “Mubazir”

Camat Sandaran M. Taher Pekang

Sangatta,wartakutim.com — Camat Sandaran Muhammad Tahir Pekang menyebutkan, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kutim di kecamatan Sandaran merupakan PDAM mubazir.

“PDAM Sandaran yang dibangun dengan biaya sekira enam miliar rupiah, itu mubazir,” tegas Muhammad Tahir Pekang dalam rapat koordinasi di ruang Meranti, Kantor Bupati Bukit Pelangi, Senin (13/6).

Tahir menambahkan, pengolahan air bersih yang ada di Sandaran saat ini tidak menyelesaikan masalah. Karena sumber air baku PDAM yang yang memanfaatkan sungai sandaran tidak layak di komsunsi, apalagi saat musim kemarau yang dirasakan warga asin karena bercampur dengan air laut.

Tahir menyarankan, PDAM Sandaran agar memanfaat air baku dari sungai Todoan yang di ketahui sangat higienis dan tidak bercampur dengan air laut.

“Sebaiknya pembangunan PDAM Sandaran dikaji ulang. Itu alangkah bagusnya kalau lokasi pengolahan air bersih dipindah ke sungai Tadoan. Sungai Tadoan tak bisa kering walau musim kemarau panjang landa Kutim,” sarannya.

Ketika PDAM Sandaran belum berfungsi maksimal, kata dia, warga setempat memenuhi kebutuhan air bersihnya dengan membeli air yang harganya mahal. Ketersediaan air bersih di Sandaran masih perlu ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Mendengar uraian camat Sandaran tentang kelangkaan air bersih di wilayah pemerintahannya, bupati Kutim menyatakan, pihaknya bakal mengkaji potensi sumber air bersih di wilayah Sandaran. “Kita akan teliti dulu di sana. Siapa tahu ada potensi sumber air bersih di sana. Kalau bisa nantinya dibuatkan sumur bor agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Ismunandar didengar seisi ruangan. (ri)

Click to comment
To Top