Berita Pilihan

Satpol PP Amankan 9 PSK, Bupati Ancam Segel Paksa Lokalisasi

9 orang PSK, yang diamankan Satpol PP di Kantor Satpol PP, sedang mendengar ceramah dari petugas Dinas Sosial Kutim

SANGATTA,wartakutim.com–Bukannya bertaubat di bulan suci Ramadhan, malah 9 PKS yang terjaring razia oleh Satpol PP Kutai Timur pada Minggu (19/6) malam lalu masih saja tetap beroperasi diduga untuk menjual dirinya kepada pria hidung belang.

Menurut Kepala Satpol PP Kutim Rizali Hadi didampingi Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibum) Suharman mengatakan, saat menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) selama bulan Ramadan.

“Razia tersebut menyisir beberapa lokalisasi di wilayah Kecamatan Teluk Pandan dan Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Dari operasi  tersebut, satpol PP mengamankan 9 orang PSK, yang beroperasi di Lokalisasi Tenda Biru Jalan Poros Bontang-Sangatta.” Katanya

Menurut Suharman, kesembilan PSK ini diamankan saat sedang mangkal di 4 kafe berbeda. Yakni Kafe Pelangi 2, Kafe Lulu, Kafe Kasanova dan Kafe Shofe yang kesemuanya berada di kawasan Lokalisasi Tenda Biru.

“Sembilan PSK ini diamankan beserta ketiga mucikari mereka ke Kantor Satpol PP Kutim, untuk didata. Razia ini dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim tentang penutupan Lokalisasi dan Peraturan Bupati (Perbup) Kutim tentang penutupan dan penghentian kegiatan lokalisasi dan prostitusi,” jelas Suharman.

Dikatakan, penertiban kali ini masih bersifat persuasive. Namun jika   usai lebaran nanti para PSK yang sudah terdata dan pernah terjaring razia ini kembali diciduk karena menjajalkan diri, maka baik Mucikari dan PSK akan mendapatkan sanksi tegas berupa sanksi Pidana kurungan badan selama 3 bulan penjara dan denda Rp 50 juta.

Sementara itu, Bupati Kutim Ismunandar saat ditemui wartawan kemarin, meminta agar Satpol PP memindak tegas praktek prostitusi yang masih terjadi di Kutai Timur, apalagi selama bulan ramadan.

“Razia akan terus dilakukan selama bulan ramadan ini hingga usai lebaran nanti. Karena hal tersebut sudah sesuai dengan Pergub Kaltim dan Perbup Kutim tentang penutupan prostitusi. Jika ketahuan nakal maka pemerintah tidak segan-segan akan melakukan penyegelan terhadap kompleks prostitusi yang ketahuan masih beroperasi,” katanya. (imanuel)

Click to comment
To Top