Berita Pilihan

Inilah Nominal Kadar Zakat Fitrah Tertinggi di Kutim

Mulai dari pihak Pemkab Kutim, Kemenag, Pengadilan Agama, hingga MUI Kutim melakukan rapat pembahasan kadar zakat fitrah.


SANGATTA, wartakutim.com –
Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur resmi menetapkan kadar zakat fitrah untuk tahun 1437 Hijriyah, penetapan ini sendiri dilakukan pada hari ke-dua belas puasa ramadhan yakni pada Jum’at (17/6) lalu di Masjid Agung Bukit Pelangi Sangatta. Rapat penentuan kadar zakat dipimpin oleh Kabag Sosial H. Herri Suprianto, yang dihadiri Kepala Kemenag H. Fahmi Rasyad, Ketua Pengadilan Agama Sangatta H.Taufikkurahman, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutim H. Muhammad Adam.

Selain itu hadir pula Ketua Masjid Agung Sangatta H Hasyim Asy’ari, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta perwakilan organisasi islam baik Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan lain-lain. Yang mana keterlibatan berbagai pihak ini dimaksudkan, agar terjadi persamaan persepsi atas penerapan kadar zakat ditingkatan umat, atau dalam kata lain dikalangan masyarakat Kutim yang tersebar di pedalaman dan pesisir.

Kepala Kemenag Kutim H Fahmi Rasyad mengatakan bahwa penetapan dilakukan melalui musyawarah mufakat bersama dengan semua pihak terkait. Adapun kadar zakat diambil berdasarkan dengan harga beras yang berlaku di pasaran, yang mana data-data diperoleh dari pantauan pihak Disperindag Kutim di 18 kecamatan. Serta survey yang dilakukan oleh pihak Kemenag di beberapa pasar yang ada di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

“Dalam rapat tersebut, kita kemudian secara bersama menetapkan kadar zakat fitrah untuk tahun 1437 Hijriyah atau tahun 2016 ini. Untuk kategori tertinggi jatuh pada Rp. 38.000 perjiwa, kategori sedang dengan harga Rp. 30.000 perjiwa, serta kategori terendah jatuh pada harga Rp. 25.000 perjiwa,” terang Kepala Kemenag saat ditemui seusai rapat tersebut.

Lebih jauh Beliau menerangkan jika Zakat merupakan perintah Allah yang wajib dilakukan untuk mensucikan harta dan kekayaan tiap manusia, dari dosa-dosa yang tidak sengaja dilakukan dalam usaha kita mencari nafkah bagi keluarga tercinta. Selain itu zakat berfungsi sebagai landasan utama dalam menegakkan sendi-sendi perekonomian islam, serta menjadi solusi bagi problem ekonomi sosial kemasyarakatan yang dalam hal ini adalah umat.

Ketua MUI (kiri) sembari menjelaskan hukum penetapan kadar zakat fitrah pada peserta rapat.

Ketua MUI Kutim H. Muhammad Adam mengatakan bahwa keputusan yang diambil oleh Kemenag dan Pemkab Kutim terkait besaran kadar zakat fitrah, yang jika berupa beras ialah sebesar 2,5 Kg. Adalah sangat bijaksana, karena mengakomodir semua kalangan, baik kalangan umat kelas ekonomi tinggi, menengah, hingga biasa. “Kita mengamini keputusan ini, terlebih hal ini didukung pula oleh Ketua Pengadilan Agama H.Taufikkurahman. Yang sebelum-sebelumnya telah mengungkapkan keterangan rinci terkait penetapan kadar zakat,” ungkap Ketua MUI Kutim.

Sementara itu, Kabag Sosial Setkab Kutim Herri Supriyanto menerangkan dengann adanya penetapan kadar zakat fitrah, lebih cepat ini dimaksudkan agar memudahkan kaum muslim dalam memilih besaran kadar zakat fitrah yang hendak dilakukan. “Mewakili Pemerintah Kabupaten, kita berharap keputusan ini dapat mempermudah umat dan makin menggelorakan semangat berbagi dibulan yang penuh rahmat dan berkah ini. (hms5)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: