Hukum Dan Kriminal

Polres Kutim Menyidik Kasus Korupsi PNPM Sangatta Utara

pnpm-perkotaanSANGATTA. Setelah melakukan penyidikan kasus penggunaan surat penguasaan tanah fiktip di  dalam pengadaan lahan pelabuhan Maloy, dengan tiga orang tersangka,  Polres Kutim kini sedang menyidik Kasus dana bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di kecamatan Sangatta Utara.  Program yang disasar adalah dana bergulir simpan pinjam perempuan bernilai Rp1,1 miliar, yang diduga merugikan Negara.

Penyidikan kasus ini dibenarkan Kapolres Kutim AKBP Rino Eko. “Ada satu kami naikkan penyidikan, yaitu kasus PNPM. Tapi detailnya, tanya Kanit Tipikornya,” katanya.

Sementara itu, Kanit Tipikor Iptu M A Rauf mendampingi Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena menjelaskan, kasus ini memang naik penyidikan. Namun,  untuk memastikan berapa kerugian Negara masih akan diekpose di BPKP (Badan pemeriksa keungan dan Pembangunan).

“Mungkin minggu depan, BPKP masuk, menghitung kerugiannya,” katanya.

Karena kerugian belum dihitung, Andika mengaku belum bisa memastikan kerugian. Karena itu, masih berdasarkan indikasi,  menyatakan kerugian Rp1,1 miliar. Tapi kerugian finalnya,  tergantung hitungan BPKP. “Hitungan kami bisa turun lagi, atau naik,” katanya.

Dijelaskan,   dana yang digulirkan dalam simpan pinjam perempuan  sekitar 20 persen dari PNPM.  Modus yang digunakan, membuat kelompok usaha sekitar 38 kelompok, yang ternyata fiktif. Tiap kelompok dapat anggaran pinjaman antara Rp8-10 juta.

“Karena kasus ini sudah penyidikan, kami sudah blokir rekening kelompoknya. Sisa dana di rekening tahun lalu sekitar Rp60 juta. Rupanya, setelah disidik, ada pengembalian, tapi mereka tidak bisa tarik lagi,” katanya.

Terkait dengan orang bertanggungjawab, Rauf mengaku dugaan sementara adalah pengurusnya.

“Dugaan kami, orang yang bertanggunjawab itu 4 orang, semuanya pengurusnya dana bergulir,” katanya

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: