Berita Pilihan

Sabu Seberat 15 Kg ‎Kepergok Masuk Sangatta

TSK Narkoba I

SANGATTA,wartakutim.com — Jajaran Polres Kutai Timur, Sabtu (2/7) pukul 01.30 wita, berhasil menangkap Bandar besar narkotika kaltim. Dua orang berhasil diamankan dari dalam mobil Innova KT 1778 BR, saat melintas di Poros Bengalon menuju Sangatta, dimana dari dalam mobil warna hitam itu juga  berhasil disita barang bukti sabu berjumlah 14 bal dengan berat 14,02 kg, yang disimpan di dalam sebuah jerigen air berukuran 20 liter.

Kapolres Kutai Timur AKBP Rino Eko didampingi Kabag Ops Kompol Bambang Herkamto, mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman asal barang haram ini dan mau dibawa kemana.

Penangkapan itu dilakukan berawal dari kegiatan penyekatan giat 21 di wilayah Pos Pelayanan Operasi Ramadniyah Mahakam 2016 di Simpang Perdau Poros Sangatta – Bengalon pada dini hari. Kebetulan melintas mobil kijang innova hitam yang mencurigakan. Setelah mobil diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan pada kendaraan, ditemukan sebuah jerigan berukuran 20 liter dengan kondisi terlakban di bagian atasnya. Setelah dibuka, polisi menemukan barang narkotika jenis sabu dalam bentuk bal kecil berjumlah 14 bal yang disimpan rapi seperti tahu di dalam jerigen air tersebut. Selanjutnya polisi langsung mengamankan supir mobil kijang innova dengan inisial SU (47) warga asal Sulawesi, termasuk salah seorang lainnya, yang inisialnya belum diberitahukan. Kedua orang tersebut langsung diamankan beserta barang bukti 14 bal sabu dan mobil yang mereka gunakan.

“Saat ini tim gabungan dari Satuan Reskrim, Intel dan Satuan Narkoba Polres Kutim yang dipimpin langsung Kapolres Kutim AKBP Rino Eko terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Tangkapan ini merupakan tangkapan terbesar di Kutim,” katanya.

Meskipun ada pernyataan dari Kabag Ops Kompol Bambang Herkamto, namun Kapolres Rino Eko dan Kasat Reskoba AKP Dhadhak Anindito belum mau komentar. Meskipun kemerin, wartawan sempat menunggui hasil pemeriksaan  terhadap kedua orang tangkapan ini, namun Dhadhak, saat membawa  kedua orang tersebut keluar dari ruang riksa untuk pengembangan, mengaku untuk kasus ini dirinya tidak bisa komentar.

“Maaf untuk kali ini saya belum mau komentar. Tanya Pak Kapolres Saja,” katanya.

Namun kapolres yang dihubungi wartawan melalui HP-nya, ternyata tidak bisa, karena HPnya mati. Namun menurut sumber yang layak dipercaya,  Kapolres masih sedang mendalami temuannya itu, bersama dengan anggota.

Sementara itu, diduga  kedua orang yang diamankan dengan barang bukti bernilai Rp30 miliar itu, kemerin konon diantar ke Samarinda, untuk dilakukan pengembangan, karena ada dugaan melibatkan sindikat besar. “Ini sindikat besar, bahkan indiksinya sidikat internasional. Makanya, mau dikembangkan ke Samarinda,” kata Sumber itu.[ima]

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: