Berita Pilihan

Ungkap Detail Penyebab Kematian Neysa, Polres Lakukan Otopsi

Ijur saat melakukan adegan pra rekontruksi di Polres Kutim


SANGATTA, wartakutim.com –
Pengungkapan kematian Neysa (5) yang ditemukan tewas dengan beberapa bagian tubuh terbakar ditengah hutan di Kecamatan Sangkulirang, terus dilakukan oleh pihak Kepolisan Resort Kutai Timur. Walaupun sudah ada ditemukan beberapa bukti serta pengakuan dari tersangka pembunuh korban yakni Ijur, tetapi dibutuhkan bukti detail tentang penyebab kematian bocah naas itu.

Kamis (21/7) pagi esok, pihak Polres Kutim segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan otopsi dengan melakukan kembali penggalian kuburan bocah korban kekerasan seksual dan pembunuhan tersebut. Sebelumnya telah dilakukan pra rekontruksi pembunuhan di halaman belakang Polres Kutim, adapun sedianya akan dilakukan pula rekontruksi kasus pembunuhan tersebut langsung di lokasi. Namun kemungkinan besar hal ini batal dilakukan, untuk menghindari kemarahan keluarga serta warga sekitar atas kejadian tersebut.

Kapolres Kutim AKBP Rino Eko didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Andika Darmasena mengatakan bahwa pihak kepolisian tetap bertindak hati-hati terhadap kasus pembunuhan tersebut. Sehingga dilakukanlah otopsi yang dapat menambah bukti-bukti detail terkait kematian bocah perempuan tersebut, agar kemudian pihak kepolisian bisa menentukkan unsur-unsur apa yang dapat dikenakan pada pelaku nantinya.

“Yang jelas kita sedang menunggu kedatangan tim forensik dari Polda Kaltim untuk bersama-sama melakukan otopsi terhadap jasad Neysa. Sehingga detail-detail yang tidak terekam dalam visum dapat terungkap dengan jelas. Ini penting guna kepentingan penyelidikkan dan pengumpulan beberapa alat bukti tambahan. Kami berharap masyarakat bersabar untuk menunggu hasil otopsi nantinya, yang terpenting saat ini pelaku sudah berhasil kita tangkap,” terangnya saat ditemui diruang kerjanya.

Sementara itu ayah korban, yakni Faturrahman saat dihubungi terpisah melalui sambungan telpon seluler menyatakan kesediaan keluarga terhadap proses otopsi dengan melakukan penggalian kembali kuburan bocah cilik tersebut. “Kami mendukung apa yang dilakukan pihak kepolisian, hal ini untuk kepentingan pengungkapan detail kasus yang menimpa anak saya tercinta. Yang terpenting pelaku dapat diganjar hukuman seberat-beratnya,” ungkapnya dengan nada lirih. (Nall)

3 Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: