Berita Pilihan

Polres Kutim Hari Kamis, Akan Lakukan Pembongkaran Makam Neysa Untuk Kepentingan Otopsi

Ijur saat melakukan adegan pra rekontruksi di Polres Kutim

SANGATTA. Karena ada perkembangan pengakauan dari tersangka Jurjani alias Ijur, termasuk adegan yang diperagakan dalam prarekontruksi yang dilakukan di Mapolres Kutim Selasa (19/7) lalu,  karena itu penyidik ingin memperdalam penyidikan  untuk menambah alat bukti tambahan terkait dengan perbuatan terdakwa.   Karena itu, menurut Kapolres Kutim AKBP Rino Eko, makam korban  akan dibongkar, untuk dilakukan outopsi.

“Hari ini (kemarin, Red) dokter polda akan datang. Besok kami akan melakukan pembongkaran makam untuk outopsi korban,” jelas Rino, pada wartawan.

Terkait komunikasi keluarga korban Nesya Nur Azlya atau Azly (4) untuk pembongkaran, Kapolres mengatakan, keluarga sudah paham, kalau apa yang dilakukan polisi itu adalah untuk kepentingan penyidik. Karena itu keluarga sudah setuju. “kami sudah komunikasi, dan keluarga sudah sepakat jika dilakukan outopsi pada korban, untuk memastikan tindakan apa saja yang dilakukan Ijur pada korban, yang mengakibatkan korban tewas,” jelas Rino.

Seperti diketahui,  karena tersangka berubah-ubah dalam keterangannya, penyidik kemudian melakukan prarekontruksi, untuk mendapatkan gambaran  perbuatan tersangka pada korban Azly. Dalam prarekontruksi, Ijur memperagakan 36 adegan, dimana ada beberapa gaya,  yang sempat diperagakan Ijur, menurut pengakuannya, tidak  sesuai dengan yang  dituliskan penyidik.  Misalnya, saat hendak menyetuhi korban,  dimana  tersangka memperagakan posisi, sesuai dengan maunya, bukan  sesuai dengan pengakuanya di berkas pemeriksaan awal, yang ditulis polisi.

“Saya begini,  tidak seperti itu,” kata Ijur, tanpa beban, sambil memperagakan caranya saat hendak menyetubuhi korban.

Namun Saat itu korban menangis, karena kesakitan, karena korban  masih terlalu kecil,  sehingga tidak memuaskan  tersangka, karena itu tersangka melakukan onani.

Setelah melakukan onani,  korban yang masih terbaring, terus menangis. Karena jengkel, tersangka kemudian menutup mulut korban, untuk membunuh korban. Untuk memastikan korban sudah meninggal,  tersangka sempat mengetes nafas korban, apa masih ada atau tidak. Karena memastikan korban sudah meninggal,  tersangka  kemudian mengangkat mayat korban ke tumpukan sampah kering, lalu menutupi daun kelapa kering, kemudian membakar korban. Setelah api besar, tersangka meninggalkan korban.

Setelah melakukan pembakaran mayat, tersangka kemudian kembali mengembalikan motor, lalu membuang korek yang digunakan membakar korban. Setelah itu, tersangka melarikan diri, namun berhasil ditangkap di Balikpapan.

Click to comment
To Top