Ragam

Ratusan Paket Proyek Di Kutim Belum Dilelang

Ternyata dari 144 paket proeyk tersebut memang ada yang ditunda, dan ada yang sudah dilelang pasca Juni 2016.

Rakor Tepra. (bahar sikki/kk)

Sangatta,wartakutim.com — Dalam rapat koordinasi daerah dipimpin langsung Bupati Ismunandar di ruang Meranti, kantornya, Bukit Pelangi, Senin (25/7/2016) terungkap, bahwa per 30 Juni 2016 masih ada 144 paket dari 8.818 proyek yang belum dilelang. Ternyata dari 144 paket proeyk tersebut memang ada yang ditunda, dan ada yang sudah dilelang pasca Juni 2016.

“Yang dilaporkan kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur Novianoor, adalah data  masuk terakhir Juni. Sementara saat ini sudah pekan terakhir Juli. rentan waktu dari awal Juli sampai sekarang, mungkin sudah ada lagi proyek yang selesai dilelang. Namun belum ter-up date di Bagian Pembangunan, Setkab Ini ‘kan proses terus berjalan,” kata jumlah penggawa  di lingkup Pemkab yang disebut satu demi satu Wakil Bupati Kasmidi Bulang belum tuntas lelang proyek yang ditangani.

Berdasar hasil kerja Tim Evaluasi dan Pengawasan Anggaran (Tepra) 2016 pada triulan 2 ini progres pembangunan sudah mencapai 41 persen, sedangkan tahun sebelumnya (2015) pada periode yang sama kinerja pembangunan capai 25 persen. Berarti kinerja Pemkab Kutim tahun ini alami peningkatan 16 persen. “Capaian prestasi sebaiknya dilaporkan. Biar masyarakat tahu perkembangannya,” harap Ismunandar.

Progress anggaran pembangunan Kutim 2016 senilai Rp 3,9 triliun.  Rinciannya, belanja tidak langsung sekira Rp 712 M, dan belanja langsung  Rp 2.9 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membiayai  8.818 paket proyek. Proyek infrastruktur 5.581 paket. Proyek Dinas Pendidikan dan Kebudayan 1.371 paket. Dinas Kesehatan 1.829 paket proyek, dan masih ada lagipaket lainnya.

“Lelang pengadaan buku SD tidak jadi lewat Dinas Pendidikan. Karena masing-masing sekolah sudah bersedia mengadakan,” jelas Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Daut.

Selain itu, adanya rasionalisasi anggaran berpengaruh pada progres pelelangan proyek pembangunan yang telah direncanakan.Juga adanya rencana proyek bio massal senilai Rp 5,6 miliar di Desa Telaga, Kecamatan Batu Ampar oleh Bagian Otonomi Daerah Setkab ditunda, lantaran rasionalisasi.anggaran.

Terkait proyek  yang ditangani Dinas Pemuda, Olahrga dan Pariwisata mengenai pengadaan alat olahraga menghadapi pekan olahraga provinsi 2018 mendatang, rencana masuk di anggaran 2017.  Karena anggaran tahun ini (2016) dari Pemprov Kaltim hanya cukup untuk 4 cabang olahraga.”Untuk itu, data inventarisasi kebutuhan peralatan olahraga, dan  pembinaan masing-masing atlit pada cabang olahraga dilaporkan ke saya,” harap Kasmidi Bulang.(ri)

Click to comment
To Top