Berita Pilihan

Syaukani HR Mantan Bupati Kukar Meninggal Dunia

Syaukani HR saat melakukan aktifitas di masa sehatnya.

SANGATTA, wartakutim.com – Duka mendalam dirasakan oleh seluruh warga Kalimantan Timur, atas meninggalnya mantan Bupati Kutai Kartanegara Syaukani Hasan Rais alias Pak Kaning,pada Rabu (27/7) sore, tepatnya pada pukul 16.26 Wita di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Sosok yang begitu diingat khalayak ramai, sebagai seorang pria yang berdiri terdepan untuk pemerataan pembangunan daerah dengan pusat. Itu telah meninggalkan kita semua dengan berbagai perasaan yang bercampur baur, rasa sedih, rasa kehilangan, hingga rasa nyaris tak percaya.

Pria kelahiran Tenggarong, Kutai Kartanegara pada 11 November 1948 tersebut, amat dikenal dengan sepak terjangnya yang luar biasa sebagai orang daerah yang berani bertindak dan berbicara langsung mengenai isu-isu pemerataan pembangunan di Indonesia Timur. Selain itu, lelaki tersebut juga berani mengotimalkan peluang otonomi daerah demi mengakselerasi pembangunan daerahnya. Sehingga tidak salah kemudian ia didampuk untuk menduduki kursi Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) periode 2000-2004.

Beliau sendiri merupakan Bupati Kutai Kartanegara ke-9, yang bila dihitung sejak Daerah Istimewa Kutai. Dan menjadi Bupati pertama sejak pemekaran yakni menjadi Kutai Kartanegara yang menggantikan Bupati A.M Sulaiman. Selain sebagai tokoh politik yakni dengan pernah menjabat Ketua DPC Golkar dua periode, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur, lelaki bertubuh tinggi besar itu pernah pula menjabat sebagai Rektor Universitas Kutai Kartanegara. Bahkan sejak mahasiswa lelaki ini dikenal vokal melalui organisasi Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada tahun 1971, yang kemudian juga turut mengantarnya sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutai tersebut.

Rita Widyasari saat mencium kening Ayahanda tercinta Syaukani HR

Banyak orang-orang tidak mengetahui jalan panjang Ayahanda Bupati Kukar Rita Widyasari ini. Dirinya menjadi sosok yang dikagumi dan ditokohkan dalam pentas politik Kaltim dan Nasional tersebut, tidaklah melalui jalan yang mudah namun panjang dan berliku. Bahwa gaya kuat memimpin dengan cerdas dan merakyat yang Ia lakukan, merupakan pijakkan yang dalam dari kisah masa kecilnya yang begitu memilukan.

Di usia 3 tahun, Syaukani telah ditinggal oleh ayah tercinta karena meninggal dunia, maka sejak itulah Syaukani hanya merasakan kasih sayang dari Ibundanya dan Neneknya tercinta. Hal inilah yang mendasari setiap gerakkan yang Ia lakukan terhadap masyarakat di daerah yang Ia pimpin, menimbukan kepedulian, kebersamaan, serta kasih sayang menjadikan dirinya begitu merakyat.

Selamat Jalan Syaukani Hasan Rais! Karyamu terus dikenang sebagai sebuah pembaharuan yang terus berlanjut bagi seluruh rakyat Kalimantan Timur. Semoga amal ibadah Beliau diterima di sisi Allah SWT, dan untuk seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. (NALL)

Click to comment
To Top