Berita Pilihan

Mulai Senin Besok Kepolisian RI Akan Gelar Operasi Patuh “Terpusat” 2016 Serentak di Seluruh Indonesia

ilustrasi rasia polisi

Sangatta,wartakutim.com — Demi mengurangi angka kecelakaan dijalan raya dan menekan angka pelanggaran lalu lintas, Kepolisian Republik Indonesia, kembali akan menggelar Operasi Patuh “TERPUSAT” 2016 di seluruh Indonesia.

Berdasarkan keterangan yang diterima wartakutim.com brokes whatsapp, Operasi tersebut akan digelar mulai senin (1/8) besok dan akan berlangsung selama 14 hari “NTMC – Operasi Patuh “Terpusat” 2016 akan digelar oleh Kepolisian Republik Indonesia yang akan dimulai pada hari Senin tgl 01 Agustus s.d. 14 Agustus 2016 (14 hari) secara serentak di seluruh Indonesia.”

Tujuan pertama Operasi Patuh Jaya 2016 ini adalah memperlancar arus lalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan, tujuan keduanya pun menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

Adapun pelanggaran untuk pengendara sepeda motor, kesalahan-kesalahan yang akan dikenai tilang di antaranya Kelengkapan Surat Surat Kendaraan, pengendara melawan arus, pelat nomor tidak sesuai spectec/aslinya, pembonceng tidak pakai helm atau dua-duanya, motor harus lajur kiri (apabila ada lajur kanalisasi) dan harus nyala lampu besar di siang hari, melanggar lampu merah, melanggar marka jalan dan garis stop, dan naik motor lebih dari dua orang. Sementara, untuk pengendara mobil ada enam sasaran, yakni pelat nomor tidak sesuai spectec/aslinya, tempel logo/simbul pada pelat nomor, pakai rotator/sirene pada mobil pribadi, tidak pakai sabuk pengaman, melanggar lampu merah, serta melanggar marka jalan dan garis stop.

Dalam Operasi Simpatik yang lalu Kepolisian RI hanya menegur, sekarang Kepolisian RI melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas.

Bahwa Operasi Patuh melibatkan beberapa pemangku kepentingan, yaitu Dinas Perhubungan (Dishub), TNI, PM, dan Garnisun. TNI, Garnisun, dan PM menindak kendaraan yang memakai atribut TNI sedangkan Dishub menindak angkutan umum dan angkutan barang, untuk angkutan umum yang dikenai tilang, di antaranya naik turun penumpang tidak pada tempatnya, mobil pelat hitam dipakai ompreng/angkutan umum, melanggar letter “P”, melanggar letter “S”, dan melanggar lampu merah.

Operasi Patuh akan digelar dua sampai tiga kali sehari, tergantung kondisi dan perkembangan situasi di lapangan.

Sumber : Grup WA Jurnalis SGT

1 Comment
To Top
%d blogger menyukai ini: