Berita Pilihan

Polemik Sekda Kutim, Kembalikan Keperaturan dan Mekanisme Yang Sudah di Jalankan

Kiri Ketua KNPI Kutim Nasrudin, Kanan Ketua DPD PAN Kutim Bakri Hadi

Sangatta-menyikapi polemik yang terjadi antara bupati Kutai Timur, Ismunandar dengan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak terkait pemilihan sekretaris daerah (Sekda) kabupaten Kutai Timur. ketua KNPI Kutim, Nasrudin mengatakan sebaiknya permasalahan ini hendaknya harus mengacu pada undang undang dan peraturan yang mengatur mekanisme pengisian jabatan sekretaris daerah.

“Dari hasil diskusi kami, sepatutnya semua pihak harus taat pada konstitusi yang mengatur pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama sekda kabupaten/Kota” ungkap Nasrudin kepada sejumlah pewarta (minggu, 31/07)

Pria yang akrab disapa Unding ini lebih lanjut mengatakan, kewenangan untuk menetapkan jabatan pimpinan tinggi pratama sekda kabupaten/Kota berdasarkan surat edaran Komisi Aparatur Sipil Negara nomor B-373/KASN/3/2016 tanggal 1 maret 2016 adalah bupati/walikota selaku pejabat pembina kepegawaian(PPK).

“Dalam surat tersebut jelas pembagian kewenangan antara gubernur dan bupati/walikota. Peran gubernur adalah membina dan mengawasi apakah proses seleksi sekda sesuai dengan undang undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, bukan langsung menetapkan, karena itu domainnya bupati/walikota berdasarkan hasil tertinggi atas 3 calon yang telah mengikuti seleksi yang di lakukan oleh panitia seleksi(pansel) sebagaimana di atur dalam pasal 115 ayat 1-4 undang undang no 5 tahun 2014. ” jelas Unding

“Proses yang sudah berjalan mulus dan hampir mencapai ending janganlah diciderai hanya adanya masukkan dan intrik politik sesaat saja, posisi sekda saat ini mutlak diperlukan guna membantu bupati dan wakil bupati menata pemerintahan baru Kutim, kita sangat menantikan perubahan secepat mungkin” pinta Unding

Sementra itu ditemui tempat terpisah, ketua DPD PAN kabupaten Kutai Timur, Bakri Hadi mengatakan pengangkatan Sekda yang sudah berjalan telah sesuai dengan amanat undang undang dan peraturan atau mekanisme pengangkatan penjabat Sekda yang di atur dalam surat Aparatur Sipil Negara (ASN),

“Saya melihat pak bupati konsisten menjalankan aturan tersebut, prosesnya sudah di jalankan, panitia seleksi juga sudah merampungkan tugasnya, dan menghasilkan nama pak Irawan dari tiga nama yang masuk seleksi. Saya harap semua pihak bisa menghormati proses yang sudah berjalan, pak gubernur berperan sebagai pembina dan pengawas dan juga telah memerintahkan stafnya untuk melakukan proses seleksi juga sudah Berperan maksimal sesuai yang di amanatkan dalam surat edaran Komisi Aparatur Sipil Negara nomor B-373/KASN/3/2016 tanggal 1 maret 2016 adalah bupati/walikota selaku pejabat pembina kepegawaian(PPK)” jelas pria yang sering disapa BH ini.

Lebih lanjut Dia mengatakan polemik ini jangan malah menjadi memperluas dengan adanya upaya dari pihak luar untuk hasut menghasut, mengadu domba antara bupati dan gubernur serta pejabat yang di tunjuk untuk memegang jabatan sekretaris daerah” hubungan yang harmonis antara pak bupati dan pak gubernur pak Irawan dan pak edward ini kan bisa menjadi renggang, apalagi di tambah pihak pihak yang memang menginginkan Kutim ini tidak harmonis, posisi Sekda sebagai orang nomor satu di lingkungan PNS sangat mutlak di perlukan dan Sekda harus mampu bersinergi dengan bupati guna menjewantahkan program bupati wakil bupati melalui visi dan misi pada saat mencalonkan diri” urainya

Ia berharap sepekan ini telah terjadi komunikasi antara bupati Ismunandar dengan gubernur Awang Faroek sehingga permasalahan pengangkatan Sekda tidak menjadi polemik yang tentunya juga akan berimbas pada jalannya roda pemerintahan yang baru di Kutai Timur, ” saya berharap cepat selesai, ada komunikasi yang terbangun antara pak Awang dengan pak Ismu, tetapi sekali lagi kita tidak bisa turut campur dalam hal ini, karena pengangkatan Sekda memang kewenangan Bupati dan gubernur berperan sebagai pengawas dan pembina, kita hanya ingin mekanisme yang sudah tinggal selangkah lagi syogyanya bisa berakhir dengan baik, kalau berlarut larut saya takutkan ada pihak pihak yang memetik keuntungan dengan situasi ini” pintanya

1 Comment
To Top