Ekonomi

Pemkab Kutim Antisivasi Masuknya TKA Dari Tionghoa.

Wabup Kasmidi Bulang

Wartakutim.com,Sangatta — Wakil bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang mengatakan, masuknya tenaga kerja asing dari cina ke Indonesia tak terkecuali di kabupaten Kutai Timur, hal yang sangat sulit untuk diantisipasi diera pasar bebas.

Menurut Wabup Kasmidi, beberapa perusahaan di Indonesia lebih memilih menggunakan TKA dari Tionghoa, karena selain upaya murah jika dibandingkan tenaga kerja asal negara sendiri dan juga TKA sangat disiplin dalam pekerjaan.

“Mereka (TKA Tionghoa) murah, dan disiplin dibandingkan tenaga kerja kita sendiri. Contohnya saja orang Kutim, ketika kontraktor bekerja jam 7 pagi, mereka baru mulai bekerja Jam 9 pagi, sehingga progresnya lambat. Kalau mereka nggak,”ungkap Kasmidi, usai membuka acara pembukaan kemah ilmiah Pelajar (KIP) di Teluk Lombok, Desa Sangkima, Jumat (12/8) kemarin.

Lebih lanjut dia menambahkan, meskipun TKA dari Cina telah masuk dibeberapa wilayah di Indonesia.politisi partai Golkar Kutim ini memastikan, belum ada ditemukan TKA dari Cina di Kutim.

“Ini yang terjadi di beberapa daerah di indonesia. Kalau di Kutim dampaknya sih belum ada. Kita belum lihat, apakah ada TKA dari Tionghoa datang kesini (Kutim),”katanya.

Untuk mengantisipasi masuknya TKA ilegal dari Tionghoa, Pihaknya akan meminta kepada camat di 18 kecamatan yang ada di Kutim untuk lebih teliti dalam mendata warganya. Selain itu dia juga akan menghimbau para camat agar tidak mudah mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada warga baru yang datang ke Kutim.

“Kita tidak bisa menghambat orang masuk ke Kutim untuk mencari nafkah, cuman kita harus siap-siap. Saya meminta dengan adanya kegiatan KIP dan kegiatan kepemudaan yang lainnya, bisa memberikan muatan-muatan semangat kepada generasi muda untuk dapat bersaing, baik di dunia usaha maupun di dunia kerja,”tutupnya (Wal)

1 Comment
To Top