Berita Foto

Kelompok Tani Aneka Karya Sukses Raih Penghasilan Rp 76 Juta Dari Panen Semangka

WARTAKUTIM.com, Bengalon – Kegembiraan terpancar dari wajah Eko Susiloaji, anggota Kelompok Tani Aneka Karya, di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon. Bukan tanpa alasan, tanaman semangka yang mereka usahakan telah memberikan hasil yang menggembirakan.

“Musim ini kami perkirakan bisa panen lebih dari 40 ton semangka. Lahan yang kami usahakan sekarang ini lebih luas 1,5 hektar. Sementara jumlah populasi pohonnya sebanyak empat ribu lebih. Kami sangat senang bisa panen sebanyak ini,” ujar Eko dengan yang terus memancarkan wajah ceria.

Ditanya tentang harga jual semangka ke pengepul, Eko mengakui cukup murah, yakni Rp 3.500 per kilogram. Meski demikian, jumlah panen yang banyak mencapai 40 ton lebih, akan memberikan mereka hasil yang cukup fantastis sebagai petani, yakni Rp 140 juta.  Semangka dipanen dalam usia tanam dua bulan.

“Pada musim panen lalu, hasilnya 18,6 ton karena lahanya hanya tiga per empat hektar. Nilai nominal yang kami dapatkan waktu itu sekitar Rp 76 juta, dengan ongkosnya Rp 13 juta. Ongkos itu sudah termasuk mesin pompa air untuk penyiraman, tenaga kerja dan lainnya,” kata Eko.

Eko lebih lanjut mengakui, saat ini sudah ada empat hektar lahan dalam kelompok taninya yang telah ditanami semangka. Mereka mengatur musim tanam agar semangka tidak dipanen dalam waktu yang bersamaan. “Dalam kelompok kami ini ada empat hektar lahan yang ditanami semangka. Tapi panennya kami atur tidak bersamaan agar tidak kelebihan stok di pasaran,” katanya.

Menurut Eko, semangka hanyalah salah satu tanaman dari berbagai jenis yang mereka usahakan di kelompoknya. “Semangka ini kami anggap hanya tabungan saja pak. Untuk tanaman yang rutin kami panen setiap dua hari sekali, kami tanaman timum, kacang panjang, buncis, gambas, pare, tomat dan lombok,” katanya.

Kelompok Tani Aneka Karya memiliki anggota lebih dari 20 orang. Kelompok tani ini telah bermitra dengan KPC dan Pemerintah Kecamatan serta Desa Sepaso Barat, sejak lama. “Kami sudah lama dibantu KPC, mulai dari sistem budidaya sampai bantuan samara produksi pertanian (Saprotan). Kami terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya selama ini,” ujar Eko.

Sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada semua pihak yang membantu, Eko menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli berbagai peralatan pertanian yang dibutuhkan para petani di kelompoknya. “Saya ingin menunjukan juga kepada KPC bahwa bantuan yang diberikan itu kami realisasikan dengan baik. Saya kalkulasikan nominalnya lalu saya belikan peralatan dan dijadikan asset dalam kelompok ini.”

“Siapa tau nanti ada teman-teman lain yang membutuhkan bisa digunakan. Ini untuk memberikan kesempatan kepada yang lain agar mereka juga bisa berkembang. Ini bentuk petanggungjawaban kami terhadap bantuan yang diberikan. Karena tujuan dari pemberi bantuan adalah untuk kesejahteraan petani itu sendiri,” ujarnya.

Camat Bengalon Rudi Baswan mengatakan, kolaborasi KPC, pemerintah dan petani di Sepaso Barat sudah tepat. Sebab ia memproyeksikan daerah itu akan dijadikan sentra penghasilan sayur bagi wilayah Bengalon. “KPC sudah banyak melakukan pendampingan terhadap petani di Bengalon dan meminta terus ditingkatkan. Karena Sepaso Barat ini akan diproyeksikan menjadi sentra penghasil sayuran untuk wilayah Bengalon,” kata Baswan.

Acting Manager Bengalon Community Relation and Development (BCRD) Agus Djaenal mengatakan, KPC akan terus bersama masyarakat dalam berbagai program CSR untuk meningkatkan hasil-hasil pertanian di Bengalon.(*)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: