Ragam

Upah Ratusan Karyawan Sub Kontraktor PT. PIK Belum Dibayar Selama 2 Bulan

rapat koordinasi perusahaan tambang batubara dengan Pemkab Kutim yang dilangsungkan di ruang Meranti, kantor bupati, Bukit Pelangi, Kamis (8/9)

Sangatta, Ratusan karyawan tambang batu bara PT Perkasa Inakakerta (PIK) Kutai Timur belum menerima upah kerja selama 2 bulan. Sialnya lagi, selain belum menerima gaji terhitung Mei-Juli 2016, juga mereka terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal oleh pihak perusahaan. Selain upah yang belum dibayarakan, mereka juga menuntut  minta pesangon.

Manajemen Perusahaan PIK Yohanes mengatakan, buntut dari persoalan ini berawal dari masalah internal. PT PIK yang memiliki sub kontraktor namanya, PT Feron saat ini tidak lagi menjadi sub kontraktor. Karena Feron kini sudah diganti PT Kurnia Wahana Nusa (KWN). Hanya saja, persoalannya, tenaga kerja yang menjadi karyawan Feron itu ratusan belum dibayar gajinya, sementara Feron tidak lagi bekerja sama dengan PIK.

“Kantor Feron, kami tidak tahu lagi di mana. Kami cari kantornya di Balikpapan tidak ditemukan.Kami cari ke Jakarta juga tidak ditemukan. Kantornya pindah-pindah. Entah sekarang dimana kantornya” kata Yohanes dalam rapat koordinasi perusahaan tambang batubara dengan Pemkab Kutim yang dilangsungkan di ruang Meranti, kantor bupati, Bukit Pelangi, Kamis (8/9/2016).

Namun setelah 2 bulan terakhir ini, PIK mulai kondusif. Hanya saja hak karyawan Feron yang belum ada solusinya. Sementara KWN dijadikan sub kontraktor PIK  belum juga mengambil sikap seperti apa solusi pembayaran gaji karyawan.

Sehingga 236 dari 478 karyawan PT.PIK telah di-PHK  dan mereka meminta masalah tersebut untuk difasilitasi dengan Pemkab Kutim. Menuruttnya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigraasi Kutim berusaha memediasi masalah karyawan untuk mendapatkan hak karyawan yang tak digaji 2 bulan. Bagaimana pun ini karyawan sub kontraktor PT PIK. Sebaiknya, PIK ikut berperan aktif dalam menyelesaikan masalah tersebut. Kendati harga batubara kini belum stabil. (BR)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: