Hukum Dan Kriminal

Polres Kutim Garap Kasus Korupsi PNPM

SANGATTA. Kinerja Polres Kutim dalam penanganan Kasus Korupsi, tahun ini patut diacungi jempol. Setidaknya, dalam setahun berhasil menggarap 3 kasus dengan melibatkan 7 orang tersangka.

Demikian diakui Kapolres Kutim AKBP Rino Eko, beberapa hari lalu. “Tahun ini kami naikkan 3 kasus korupsi ke penyidikan. Detailnya, ada di Reskrim,” katanya.

Sementara itu, Kanit Tipikor Iptu A Rauf mengakui  tiga kasus  yang dinaikkan ke penyidikan. Diantaranya, kasus PNPM Madiri Desa Marukangan, dengan tersangka AB.

Tapi kasus ini sudah masuk penuntutan. Sedang kasus ke II adalah penyidikan pengadaan lahan Pelabuhan Maloy, dengan tiga orang tersangka. Kasus ini juga sudah masuk penuntutan, sedangkan kasus ke III, masih dalam pemberkasan. “kasus ini tunggu dulu,  nanti kalau sudah P21, baru saya paparkan,” katanya.

Namun Kasi Pidsus Kejari Kutim Regie Komara mengakui, kasus ke III yang dikirim SPDP-nya  ke Kejari  oleh Polres adalah kasus PNPM Mandiri Sangatta Utara.

“di Kasus ini ada tiga orang tersangka yang dijelaskan dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). Kerugian Negara, berdasarkan audit BPKP, Rp1,3 miliar. Rupanya, tersangkanya semuanya pengurus PNPM,” kata Regie.

Beberapa waktu lalu, Rauf menjelaskan, Kasus dana bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di kecamatan Sangatta Utara, disidik.  Program yang disasar adalah dana bergulir simpan pinjam perempuan bernilai Rp1 miliar lebih, yang diduga merugikan Negara.

Dijelaskan,   dana yang digulirkan dalam simpan pinjam perempuan  sekitar 20 persen dari PNPM yang diterima Sangatta Utara.  Modus yang digunakan, membuat kelompok usaha sekitar 38 kelompok, yang ternyata fiktif. Tiap kelompok dapat anggaran pinjaman antara Rp8-10 juta.

“Karena kasus ini sudah penyidikan, kami sudah blokir rekening kelompoknya. Sisa dana di rekening tahun lalu sekitar Rp60 juta. Rupanya, setelah disidik, ada pengembalian, tapi mereka tidak bisa tarik lagi,” katanya.

Terkait dengan orang bertanggungjawab, Rauf mengaku dugaan sementara adalah pengurusnya. “Dugaan kami, orang yang bertanggunjawab itu semuanya pengurusnya dana bergulir,” katanya.

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: