Berita Foto

Demo Mahasiswa Menolak Pabrik Semen, Dibubarkan Polisi.

SANGATTA – Ratusan mahasiswa yang tergabung bersama Aliansi Mahasiswa Kutai Timur menggelar aksi demonstrasi  simpang tiga Yos Sudarso-AW Syahrani (eks jln. Pendidikan dan lapangan kantor sekertariat Kabupaten (Setkab) Kutim, Rabu (26/10/2016) sekitar pukul 10.30 wita.

Dalam aksi itu,  massa dari mahasiswa Stiper Kutim itu, menuntut agar pemkab Kutim mencabut izin tambang pabrik semen yang diperkirakan akan berdiri di wilayah Karst Sekerat, kecamatan Bengalon, Kab. Kutai Timur.

Selain menggelar Spanduk yang bertuliskan menolak pendirian pabrik semen dan  “Kami butuh air bukan Semen”, mahasiswa juga menggelar orasi serta membakar ban bekas tepat di depan di pos polisi tiga Yos Sudarso-AW Syahrani.

Aksi mahasiswa tersebut tidak berlangsung lama dan sempat bersitegang dengan aparat kepolisian, karena mahasiswa menolak untuk dibubarkan. Kejadian itu menyita perhatian pengguna jalan.

Menurut salah seorang dari aparat kepolisian, mereka dibubarkan aparat kerena tidak memiliki ijin menggelar unjuk rasa. Selain itu mahasiswa dinilai telah menganggu ketertiban umum khusus para pengguna jalan.

Usai menggelar aksi di depan pos polisi, mahasiswa kembali akan melanjutkan aksi di kantor setkab Kutim. Namun, aksi itu  mendapat hadangan pihak kepolisian. Mereka dihadang tepat didepan SMA Negeri 1 Sangatta.

Tak mampu melalui barekade polisi yang dijaga ratusan aparat dari polres Kutim dan Satlantas Kutim, mahasiswa akhirnya kembali ke kampus Stiper di Jalan Soekarno Hatta.

Meskipun telah dibubarkan oleh pihak kepolisian. Namun, ratusan mahasiswa kembali menggelar aksinya dengan mendatangi kantor bupati Kutim di Bukit pelangi Sangatta sekitar pukul 14.00 wita.

Aksi didepan kantor bupati itu dikawal ratusan aparat dari kepolisian dan Satpol PP. Dalam aksi itu mahasiswa menginginkan bupati dan wakil bupati untuk menemui pengunjuk rasa.  Setelah berapa lama menggelar unjuk rasa, mahasiswa akhirnya ditemui langsung Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang. (WAL)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: