Ragam

Lindungi Karst Kutim

Ketua FPKKT Paparkan Secara Detail Manfaat Kawasan Karst Gunung Beriun Kutim

Ketua FPKKT Irwan,SI.P, MP

Press Conference Eiger Black Borneo Expedition

WARTAKUTIM.com, Sangatta – Ketua Forum Peduli Karst Kutai Timur (FPKKT) Irwan, SI.P.,MP memberikan materi di Press Conference Eiger Black Borneo Expedition digelar di Cafe Roling Stone, Jakarta, Senin (31/10) lalu. Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan wartawan dari media cetak, elektronik maupun online Nasional.

Press Conference tersebut juga turut dihadiri oleh pegiat luar ruang dari Eiger Adventure Service Team Galih Donikara, Peneliti Batu Cadas dari ITB Pindi Setiawan, Koordinator Operasi Black Borneo Expedition (BBE) 2016 Iwan ‘Kwecheng’ Irawan, dan Project Manager BBE 2016 Hendra Wiguna.

Pada kesempatan itu, pemuda asal Kutai Timur ini, mempresentasikan tentang sumberdaya alam dan pemanfaatan gunung Beriun yang berada kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Irwan menjelaskan, gunung Beriun merupakan pusat dari karst karst yang ada di Kutim. Selain itu, Gunung beriun juga di kelilingi oleh beberapa kawasan gunung karst diantaranya karst Gergaji, Karst Tondoyan, karst Tabalar, karst Tutunambo dan karst Kulat.

Lebih lanjut Ia mengatakan, dari sisi fungsi kawasan hutan, gunung Beriun saat ini berada dalam kawasan hutan lindung berdasarkan surat keputusan menteri kehutanan. Itu artinya untuk saat ini masih terlindungi apalagi dalam tata ruang wilayah Beriun merupakan kawasan lindung walau belum tentu aman juga dari pembalakan liar” ungkapnya.

Dia menambahkan, gunung Beriun memiliki banyak potensi alam yang dapat bermanfaat untuk kehidupan mahluk hidup, seperti potensi air. Dimana kawasan Beriun raya terdapat beberapa aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan untuk mahluk hidup.

“Dari gunung Beriun mengalir banyak sungai ke sungai sungai besar, dari sungai karangan hingga ke sungai bengalon yang dapat menghidupi beberapa desa dan kecamatan. Ada beberapa sungai dari hulu Beriun,”jelasnya.

Menurut Irwan, fungsi hutan lindung gunung Beriun adalah untuk melindungi sistem penyangga terkait tata air, mencegah banjir, erosi dan memelihara kesuburan tanah.

“ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat di Kutim. Selain itu gunung Beriun juga merupakan bagian dari ekosisten karst yang kaya keaneka ragaman hayati  yang sebagian hutan masih primer dan unik sehingga dapat dijadikan destinasi wisata yang dapat memberikan pemasukan bagi PAD ,”terangnya

Selain itu lanjut Irwan, investasi sektor pertanian dan perkebunan yang berada di sekitar gunung Beriun, sangat merasakan dampaknya dengan keberadaan gunung yang memiliki luas kawasan sebesar 25. 872 hektar itu.

”Bisa dibayangkan jika kawasan gunung beriun rusak dan terbuka, pertanian dan investasi perkebunan diwilayah tersebut akan ikut terganggu,”terangnya.

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: