Berita Pilihan

Anak-Anak Muda di Industri Hulu Migas Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field (2)

Industri minyak melemah, semangat ratusan pekerja tetap menggelora.

Nampak karyawan PT Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field yang lintas generasi, tetap mengedepankan prinsip kerja terbaik untuk bangsa.


SANGATTA, Wartakutim.com –
Industri Hulu Migas dalam sudut pandang banyak orang adalah ladang-ladang minyak gemuk. Gemuk yang identik berlemak, semacam hidangan nasi padang dengan menu lauk lengkap. Terdiri dari daging rendang, hati dan empela ayam, kepala ikan, hingga kekenyalan limpa berbalut bumbu santan kering pedas. Terasa gurih dan nikmat sekali, jangankan kita yang menikmati makanan itu hingga berpeluh. Orang lain diluar sana pun akan menetes-netes liurnya, melihat kelezatan makanan berlemak lagi berminyak itu.

Saat booming minyak dunia terjadi di tahun 1980-an, subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dinikmati penuh suka cita bahkan memacu pembangunan di Indonesia. Negeri ini bahkan disegani dengan sebutan Macan Asia. Berkedudukan penting dalam organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi alias Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Indonesia berdiri sama tinggi dan menawannya dengan negeri-negeri Timur Tengah, layaknya Arab Saudi, Irak, Iran, serta Uni Emirat Arab. Namun itu dulu! Walau harga minyak dunia, sedikit banyak bisa dijangkau seperti beberapa waktu lalu. Namun minyak dan gas di negeri ini perlahan tapi pasti, keberadaanya mendekati kesurutan yang tajam.

Tugas berat yang dipikul oleh PT Pertamina EP Asset 5 baik itu di Sangatta Field sendiri, serta 20 Field lainnya yang masuk pada Wilayah Kerja (WK) PT Pertamina EP di seluruh Indonesia. Keadaan yang belum berubah, akan tetapi diharap mampu menuju arah keemasan minyak di masa lalu. Namun kepercayaan orang-orang terhadap perusahaan plat merah ini terus membumbung tinggi. Sebagaimana slogan yang muncul pada atribut PT Pertamina EP, dengan gambar bentang Sabang hingga Merauke. Lalu ada kata terselip yang makin membuat bangga, serta memunculkan rasa cinta tanah air pada benak orang yang membacanya, “Tumbuh Bersama Untuk Indonesia”.

***

Rasa itu tumbuh pula dalam benak Isnava Novianti (26), seorang gadis manis lulusan Politeknik Negeri Samarinda. Gadis kelahiran Sangatta 14 Juli 1990, lantas memanfaatkan kesempatan yang dibuka untuk tenaga kerja lokal, melalui format Tenaga Kerja Jasa Penunjang (TJKP). Yakni melalui sebuah perusahaan Penyedia Jasa Penunjang (PJP), rekanan PT Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field. Kendati ia dan rekan-rekannya bekerja dengan pola kontrak terbatas, namun mereka memiliki kesempatan sama dalam hal pola kerja hingga kesetaraan akses. Memunculkan rasa bangga atas perusahaan dengan logo tri warna, yakni merah, biru, dan hijau.

“Apa yang saya dapatkan bersama dengan rekan-rekan kerja asal daerah? Tentu rasa bangga dan semangat menggelora karena mampu mengabdi pada perusahaan yang menjadi ujung tombak bangsa dalam menjaga ketahanan energi. Apalagi level perusahaan ini setara dengan perusahaan-perusahaan milik asing yang bergerak di bidang Migas. Hal ini saya manfaatkan sebaik mungkin sebagai sarana untuk belajar dan bekerja secara profesional. Jika ada lowongan resmi untuk bekerja dari PT Pertamina (Persero), tentu saya akan mengikutinya,” ungkap gadis yang bekerja sebagai Admin Legal & Relation ini.

Novi salah-satu karyawan lokal yang di rekrut PT Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field, melalui perusahaan Penyedia Jasa Penujang.

Beda lagi dengan Pramanti Putri (29), ia bekerja menjadi karyawan PT Pertamina EP sejak Juni 2014. Melalui mekanisme rekrutmen yang dibuka secara nasional, lewat pendaftaran via website www.pertamina.com pada waktu itu. Lulusan S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini mengaku, pekerjaan yang digelutinya ini amatlah sesuai dengan passion dirinya yang senang bersosialisasi.

“PT Pertamina EP terus mengembangkan sayapnya untuk menjadi perusahaan energi nasional berkelas internasional. Yang mana pondasinya ialah dengan memiliki sumber daya manusia mumpuni. Selain itu saya dapat memiliki kesempatan bertemu dengan banyak stakeholder, serta dapat berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki karakter beragam. Kalaupun ada pengalaman khusus, kebetulan semasa kuliah dulu saya bergabung pada program internship di PT Pertamina (Persero). Dengan itulah saya bisa merasakan langsung bagaimana suasana kerja yang dinamis di perusahaan ini. Selanjutnya setelah lulus kuliah, nasib baik membawa saya dapat bekerja dan berkarya di PT Pertamina EP yang perekrutannya melalui proses luar biasa,” ungkap Ibu satu anak ini.

***

Mengenai pola yang diterapkan PT Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field untuk penerimaan pekerja lokal alias daerah, jugadiberlakukan sama oleh Field-Field yang lain. Hal ini merupakan bentuk perhatian perusahaan pada masyarakat di sekitar wilayah operasional, yang menyebabkan kecintaan pada perusahan plat merah ini tidak saja tumbuh dari karyawan tetap. Namun juga dari karyawan yang direkut melalui perusahaan Penyedia Jasa Penunjang (PJP) rekanan PT Pertamina EP.

Pjs. Sangatta Field Manager Krisna Haryadi didampingi oleh Pramanti Putri menerangkan, jumlah karyawan lokal yang diakomodir untuk mengisi posisi-posisi tertentu oleh perusahaan berjumlah 400 orang lebih. Tentu kualifikasi yang ditentukan sesuai dengan standar perusahaan. Alur mekanisme melalui Disnakertrans setempat, yang kemudian rekuitmennya diakomodir oleh perusahaan penyedia jasa penunjang. “Jika karyawan lokal berjumlah 400 orang, maka untuk karyawan tetap yang direkrut secara nasional dan di tempatkan di Sangatta Field berjumlah 115 orang,” jelasnya saat ditanya wartawan wartakutim.com.

Bekerja selama 32 tahun lebih di PT Pertamina EP, Ifni Hidayat (54) mengawali kariernya di PT Pertamina Persero, lalu berlanjut ke beberapa Field baik yang ada di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Pria yang kesehariannya menjabat Legal & Relation Asst. Manager ini menyebutkan, tidak ada perbedaan mendasar pada pola kerja saat dirinya masih muda dulu dengan saat sekarang. Perbedaan itu bukan terletak pada sikap atau pola kerja, namun pada kualitas keilmuan yang semakin terseleksi secara profesional. Dengan kata lain, kemampuan rekan-rekan kerja usia muda amatlah diperlukan bagi pengembangan perusahaan kedepan.

“Anak-anak muda yang diambil dari berbagai disiplin ilmu, lantas memperkaya perusahaan dalam bentuk aset sumber daya manusia. Ini membuktikan jika Pertamina EP siap menjadi penggerak industri hulu migas berskala internasional. Bagi saya pribadi terjun dalam dunia kehumasan untuk perusahaan, merupakan sesuatu yang luar biasa. Setiap persoalan yang muncul adalah tantangan menarik yang harus diselesaikan. Untuk bidang pekerjaan saya, tentu bagaimana memahami kultur masyarakat yang berbeda antara wilayah eksplorasi satu dengan yang lainnya. Karena bagaimanapun juga, perusahaan tidak dapat lepas dari masyarakat yang bermukim di sekitar area eksplorasi,” jelasnya.

Lebih jauh Ifni mengungkapkan, anak-anak muda yang berada pada industri hulu migas di PT Pertamina EP ialah anak-anak muda yang cekatan, serta jauh lebih cerdas dibandingkan rekan-rekan kerja pada masanya. Ini bukanlah suatu pembeda yang menyebabkan dirinya dianggap jauh tertinggal, namun merupakan pola yang mengarahkan pada kemajuan PT. Pertamina EP untuk masa-masa mendatang. Anak-anak muda yang diseleksi secara ketat, dengan jumlah Indeks Prestasi Kuliah minimal 3,2 tentu meraka pantas disebut sebagai pilar kemajuan industri migas di Indonesia.

“Kami-kami yang tua ini, istilahnya ialah mentor untuk mereka yang muda-muda. Tidak jarang ditemukan juga saat mengambil sebuah keputusan, mereka sering terbawa ego. Kami jadi rem atas hal itu, dengan cara membagi berbagai pengalaman agar dapat diambil manfaatnya. Karena sejatinya tugas karyawan PT Pertamina EP ialah memberikan kinerja dan karya yang terbaik bagi bangsa. Dan paling tak bisa dilupakan ialah, bagaimana kehadiran perusahaan mampu menjadi mitra kerja dan mendukung penuh pembangunan di daerah serta memajukan masyarakat di sekitar wilayah eksplorasi dan produksi untuk dapat mandiri dan sejahtera,” terangnya dengan nada optimis. (NALL)

(SELESAI)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: