Hukum Dan Kriminal

Sindikat Curanmor

Uang Hasil Curanmor Untuk Bayar Kos dan Kebutuhan Hidup

DY Salah seorang tersangka curanmor saat di mintai keterangan penyidik Satreskrim polres KutimDY Salah seorang tersangka curanmor saat di mintai keterangan penyidik Satreskrim polres Kutim

WARTAKUTIM.com, Sangatta – DY salah satu tersangka dari empat sindikat pencurian kendaraan bermotor yang saat ini telah diamankan di Mapolres Kutim  mengakui semua perbuatannya di hadapan penyidik semua perbuatannya dihadapan penyidik Satreskrim Polres Kutai Timur.

Saat ditemui awak media di Mapolres Kutim, Kamis (10/11) lalu, pria berusia 22 tahun tersebut, mangaku mencuri untuk membayar uang kost dan kebutuhan ekonomi sehari hari.

“Hasil dari penjualan motor curian itu untuk bayar kost dan untuk kebutuhan sehari saya tinggal di Sangatta,”ungkapnya kepada awak media.

[Baca Juga : Dalam Sehari Polisi Amankan 4 Pelaku Sindikat Curanmor]

Dikatakannya, untuk sebuah motor hasil curian, Ia diupah sebesar Rp 500 ribu. Motor tersebut dijual disalah seorang penada yang saat ini juga sudah diamakan polres Kutim.

“Kata teman saya motor itu dijual hanya sebesar Rp 2 juta per unit.  Dan saya dapat upah Rp 500 ribu.  dari hasil penjualan itu saya bagi empat. Namun, hasil curian yang terakhir saya belum mendapatkan upah”terang DY.

Ketika ditanya wartawan motor hasil curiannya dijual kemana?. DY mengungkapkan, sebelum dijual,  motor tersebut disimpan dulu disalah satu rumah rekannya yang kini sudah diamankan polisi. Setelah beberapa hari kemudian motor tersebut baru dijual.”Biasanya hanya dijual di wilayah kutim saja,”katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, dalam menjalankan aksi kejahatannya DY dibantu oleh ketiga rekan. Dua orang mengawasi situasi dan dua orang lagi mencuri motor dengan menggunakan kunci T.

(WAL)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: