Hukum Dan Kriminal

Kasus Pencabulan

Bejat, Seorang Kakek Cabuli Teman Anaknya

Ilustrasi [foto ; google]

WARTAKUTIM.com, SANGATTA – Seorang kakek bejat, berinisial Na warga kota Bontang, tega mencabuli seorang anak dibawah umur Mawar(bukan nama sebenarnya), yang merupakan tetangganya sendiri yang juga merupakan teman anak tersangka. Kelakuan kakek bejat mencabuli gadis berusia 16 tahun itu dilakukan sejak akhir tahun 2015 lalu disebuah Pondok milik tersangka di desa Teluk Pandan RT 01 Kec. Teluk Pandan, kabupaten Kutai Timur.

Kapolres  Kutim AKBP Rino Eko didampingi Kanit Reskrim Polsek Sangatta Iptu Rahmawan,SIK,MH menjelaskan, berdasarkan laporan korban, kejadian ini Bermula pada tahun 2015, korban dibujuk rayu dan diajak kepondok tersangka di Teluk Pandan, kemudian setelah sampai ditempat tersebut , korban dicabuli oleh tersangka dengan cara diraba-raba pada bagian dada, badan dan kemaluan korban.

“Tersangka sudah banyak kali melakukan pencabulan kepada korban, sampai sampai korban sendiri lupa kapan pertama kali dia cabuli. Namun, korban Cuma ingat tahunnya. Kalau tanggal dan bulannya korban benar-benar lupa karena sudah keseringan melakukannya terhadap korban,”jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kemudian setelah kejadian yang pertama itu korban diancam oleh tersangka.  Apabila korban dikemudian hari tidak mau untuk diajak kembali oleh tersangka maka akan dipermalukan dikeluarganya dan khalayak umum.

“Kemudian sejak saat itu korban merasa ketakutan dan hingga bulan Oktober 2016 korban beberapa kali mendapat perbuatan pencabulan/persetubuhan dari tersangka.,”terangnya kepada awak media.

Terbongkarnya kasus ini, kata Rahmawan, bermula saat korban minggat dari rumahnya. Korban pergi ke Samarinda di rumah keluarganya untuk menghindari permintaan si kakek bejat yang setiap saat mengajak korban untuk berbuat cabul di kebun milik tersangka.

Setelah tidak pulang selama hampir seminggu, Ibu korban menghubungi anaknya dan memintanya untuk pulang. Namun, Mawar enggan untuk balik ke rumahnya yang berada di kota Bontang. Setelah dibujuk oleh orang tuanya Mawar akhirnya pulang kerumahnya.

Setibanya dirumah, anak pertama dari tiga bersaudara itu, masih menutupi kejahatan yang telah dilakukan kakek bejat tersebut. Tetapi, setelah didesak oleh orang tuannya, alasan dia meninggalkan rumah, korban pun menceritakan semua kejadian yang dialaminya bersama tersangka. Korban mengaku meninggalkan rumah akibat menghindari ajakan kakek untuk berbuat cabul.

Lebih jauh dia menambahkan, korban dengan tersangka tidak memiliki hubungan keluarga hanya tetangga di Bontang.”Korban ini berteman dengan anak tersangka. Korban dulunya sering bermain dengan anak tersangka. Sehingga tersangka mengajak ke kebun bersama anaknya,”terangnya

Dikatakannya, kejadian ini baru dilaporkan oleh keluarga korban ke pospolisi kecamatan Teluk Pandan pada 9 November 2016 lalu dan baru diteruskan setelah sehari kemudian. “Ibunya korban yang melaporkan langsung ke pospolisi  di Teluk Pandan. Saat ini tersangka sudah kami amankan di Polsek Sangatta,”ungkapnya

 (wal)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: