Berita Foto

Angkat Isu Pungli, Sangatta Review Kembali Bergema

WARTAKUTIM.com, SANGATTA – DPD KNPI Kutai Timur (Kutim), kembali menggelar diskusi publik Sangatta Review, kegiatan itu digelar di Hotel Royal Victoria, Rabu (15/11/2016) malam.

Kali ini, Sangatta Review mengambil tema Pungli..Isu atau Realitas. Dihadiri oleh Ketua DPRD Kutim, Mahyunadi, Asisten II Bidang Keuangan Edwar, Kasdim 0909 Sangatta Mayor Inf Syawaluddin, wakapolres Kutim Kompol Dony, Sekertaris Komisi IV DPRD Kutim Agusriansyah serta beberapa elemen masyarakat.

Sekertaris DPD KNPI Kutim Bakri Hadi mengatakan, tema Pungli sesuai dengan isu terkini yang digalakkan oleh presiden RI Joko Widodo. Apalagi saat ini pemkab Kutim telah membentuk tim untuk menangani kasus pungli tersebut di Kutim.

“Malam ini kita diskusi tentang isu pungli. Sudah ada cyber pungli yang dibentuk oleh pemerintah. Tugas kita untuk meng back up pemerintah, membangun dan membantu serta mendukung pemerintah,”katanya.

Pelaksanaan Sangatta Review merupakan kegiatan diskusi publik yang terakhir kali dilaksanakan oleh pengurusan KNPI Kutim Priode 2013-2016. Bakri berharap, pengurus selanjutnya akan melanjutkan progam ini, karena dimasa kepengurusannya, program ini merupakan kegiatan rutin yang menjadi program kerja unggulan KNPI Kutim.

Ia menjelaskan kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu dan rutin dilaksanakan setiap bulan atau setiap tahunnya dilaksanakan sebanyak 12 kali. Namun di tahun ketiga (2016), keterbatasan anggaran KNPI Kutim sehingga kegiatan ini hanya dapat dilaksanakan sebanyak 3 kali.

Diskusi yang mulai dibuka sekitar pukul 20.00 wita, menampilkan narasumber Ketua DPRD Kutim, Asisten II Bidang Keuangan, wakapolres Kutim, dan Kasdim 0909 Sangatta.

Dalam kesempatan tersebut, audience yang terdiri dari Mahasiswa Sangatta, LSM, perwakilan organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, berlomba lomba untuk mempertanyakan sikap pemerintan dan aparat dalam penaganan pungli di Kutim.

Namun, dalam kesempatan tersebut, audience hanya diberikan waktu selama 2 menit untuk menyampaikan pertanyaan dan memberikan pendapat terkait dengan penaganan pungli di Kutim.

Sedikitnya, 100 orang mengikuti acara diskusi publik tersebut. Kegiatan tersebut berlangsung selama hampir 3 jam dan ditutup dengan closing segmen oleh wakil pemkap Kutim yang diwakili oleh Edwad Azran.  (wal)

Click to comment
To Top