Berita Pilihan

Harga Cabai Di PIS Masih Belum Stabil

WARTAKUTIM.COM, SANGATTA – Sempat mengalami kenaikan harga yang signifikan selama kurang lebih 2 minggu belakangan, harga cabe merah di Pasar induk Sanngatta (PIS) mulai berangsur turun meski masih tergolong mahal. Sebelumnya harga cabe merah di PIS sempat tembus  harga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu perkilogram.

“Sejak hari ini, Selasa (10/10/2017) harga cabai di PIS mengalami penurunan yang cukup signifikan yakni mencapai harga Rp 95 ribu- Rp 100 ribu perkiloram.”ungkap kepala UPTD pasar Sangatta Sombaran ketika dihubungi media ini.

Dia menambahkan, harga cabe di PIS masih belum stabil, kemungkinan harga tersebut masih bisa mengalami penurunan dan kembali mengalami kenaikan, tergantung stok barang yang masuk. Namun, pihaknya terus berupaya untuk tetap menjaga harga cabai agar kembali ke harga normal yakni Rp 40 ribu hingga Rp 50 per kilo.

“Stok cabai kita masih kurang di PIS, sehingga harganya masih mahal dan juga naiknya harga cabai ini, tidak hanya di Kutim saja,tetapi hampir diseluruh Indonesia harga cabai melambung tinggi. Selain itu juga, buruknya cuaca beberapa bulan terakhir ini sangat mempengaruhi pasokan cabai. Karena, petani cabai kebanyakan gagal panen sehingga produksi kurang maka berpengaruh ke harga,”jelasnya.

 Selain itu, lanjut Sombarang, sejumlah harga kebutuhan pokok di PIS juga mengalami penurunan diantaranya tomat, bawang merah, bawang putih, beras, ayam. Sementara kebutuhan pokok lainnya masih tetap stabil.

“Harga tomat dikisaran harga Rp 10 ribu – Rp 20 perkilo, bawang merah dan bawang putih Rp 40 -45 ribu perkilo, sedangkan telur mengalami kenaikan dari Rp 43 ribu perpiring menjadi Rp 48 piring. Sementara beras dan sembako lainnya masih normal,”sebutnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, selain harga cabai dan telur masih belum stabil, harga Ikan juga masih plutuatif harga. Ini akibat di pengaruhi faktor cuaca sehingga pasokan ikan di PIS berkurang sehingga harga tidak stabil.

“Kami sempat mengalami kelangkahan pasokan Ikan di PIS, yang ada kebanyakan stok yang lama sehingga berpengaruh ke penghasilan pedagang. Karena pedagang ekan ketika mereka menjual stok baru, sedangkan ikan yang lama banyak konsumen yang enggan membeli.”jelasnya (wal)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: