Hukum Dan Kriminal

Kasus Korupsi Cetak Sawah

Kejari Sangatta Geledah Dinas Pertanian, Sita Puluhan Dokumen

WARTAKUTIM.COM,SANGATTA – Kejakjaan Negeri (Kejari) Sangatta, mengeledah kantor Dinas Pertanian Kutai Timur.di kompleks perkantoran Bukit pelangi Sangatta, Kutim, Selasa (31/1/2016).

Pengeledahan tersebut untuk penyidikan kasus dugaan korupsi percetak sawah yang merugikan negara sekitar Rp 4 millar dan dipimpin Kepala Seksi Pidana Umum dan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Regie Komara SH .

Ditemui usai melakukan pengeledahan, Regie mengatakan, pengeledahan itu dilakukan sekitar dua jam. Pihaknya bersama 5 tim penyidik dan 3 tim Intel kejari Sangatta, mengeledah bidang Pertanian dan Bidang Sarana dan Prasarana serta gudang arsip.

“Sesuai dengan surat ijin pengeledahan dari pengadilan, kita seharusnya melakukan pengeledahan keseluruhan kantor (Dinas Pertanian). Tapi, kita tidak lakukan keseluruhan. Yang kita geledah tadi, Bidang Pertanian, sama bidang Sarana dan Prasarana, gudang arsip, ruang kepala dinas. Tetapi, ruang kepala dinas kebetulan, pejabatnya tidak ada dan ruangannya juga terkunci, jadi untuk hari ini kita segel dulu dan pengeledahan akan dilanjutkan besok,”terangnya.

Lebih lanjut Ia menambahkan, dalam pengeledahan tersebut, pihaknya menyita dokumen yang berkaitan dengan percetakan sawah dan puluhan stempel kelompok tani.

“Hasil yang kami sita dari pengeledahan itu, terdapat 4 ball dokumen yang terdiri,proposal, dokumen pertanggungjawaban, dokumen pencairan sama dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kasus yang disidik,”jelasnya.

Lebih jauh Ia mengatakan, pengeledahan dilakukan pihak Kejari Sangatta, karena tersangka BY tidak koperatif dalam menjalani pemeriksaan dan tersangka tidak mau menyerahkan dokumen kepada kejari Sangatta.

“Kalau seandainya kemarin, mungkin koperatif dokumen diserahkan, kita ndak perlu melakukan pengeledahan seperti tadi. Waktu itu kita periksa tersangka dan meminta dokumen, jadi kita menggunakan kewenangan kita untuk melakukan pengeledahan sesuai dengan undang-undang,”katanya.

Ketika ditanya wartawan terkait dengan penetapan tersangka. Regie menjelaskan, kejari sangatta, menetapkan BY sebagai tersangka dua pekan lalu. Penetapan tersangka berdasarkan 2 alat bukti yang dimiliki kejaksaan.

Dikatakannya, BY berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Cetak Sawah.  anggaran cetak sawah tersebut Sebesar Rp 11 M bersumber dari dana APBN. “Kalau Pagu anggaran Rp 11 . Kerugian negara sementara hasil perhitungan tim (kejaksaan), bukan perhitungan auditor sekitar kurang lebih Rp 4 M,Jelasnya. (wal)

Click to comment
To Top