Hukum Dan Kriminal

Anak SD Dicabuli Di Pos Jaga

Sa Pelaku Pencabulan, tertunduk malu ketika di Foto wartawan

SANGATTA. Seorang anak dibawah umur sebut saja Bunga (8) tahun menjadi korban cabul diduga dilakukan oleh ayah tirinya Sa (56), warga Kabo Jaya, Sangatta Utara. Orang tua Bunga akhirnya  melaporkan pencabulannya anaknya ke polisi  pada 23 Januari 2017 lalu.

Menurut Kapolres Kutim AKBP Rino Eko, didampingi Kanit Reskrim Ibda Rakip Rais, terungkapnya kasus ini setelah ibu korban memandikan korban 23 Januari lalu, dan melihat di CD korban ada darah. Selain itu, korban merasa kesakitan saat dimandikan ibunya.

“Karena kesakitan itu, maka ibunya tanya, mengapa sakit? Korban pun mengakui, telah digitukan ayahnya. Namun korban tidak mau lapor pada ibunya, karena diancam tersangka, agar jangan lapor,” jelas Rakib.

Rakip, dari pemeriksaan korban, korban mengaku digarap ayahnya di pos wakar, pada 19 Januari lalu. Korban diduga dicekoki obat tidur, yang dicampur teh kotak, sehingga korban tidur pulas. Hanya dia rasa, saat diduduki pahanya, dan dia buka mata, dia lihat  kalau yang duduki adalah ayahnya.

“Ayahnya tidak mengakui, tapi hasil visum menunjukkan kalau selaput darah korban robek. Dan ada luka lecet di kemaluan korban yang menunjukkan ada persetubuhan. Jadi kalaupun tersangka tidak mengakui, kami tidak butuh pengakuanya, karena bukti cukup untuk mentersangkahkannya,” katanya.

Sementara itu, Samsul membantah keras perbuatan yang dituduhkan, pada wartawan. “Sumpah, kalau saya gitukan anak itu. Saya bilang, bukan ibuku yang lahirkan aku, kalau saya gitukan anakku,” katanya.

Samsul berdali, tidak mungkin melakukan itu pada korban,  karena meskipun itu anak tirinya, tapi itu juga adalah ponaan sendiri. “Itu ponaan ku juga, karena saya sepupu dengan mamaknya. Mana sampai hati saya lakukan itu,” katanya.

Atas perbuatanya, Samsul kini dijarat dengan 81 jo 76 UU 35 tahun 2014, atau pasal 82 jo 76 UU 35 tahun 2014,   tentang perlindungan yang merupakan  perubahan UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara (wal)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: