Hukum Dan Kriminal

Kasus Narkoba

JUP Tuntut Seumur Hidup 2 Kurir Sabu 14 Kg

WARTAKUTIM.COM, SANGATTA – Dua Terdakwa Galih dan Suardi, kurir sabu seberat 14 kilogram (kg) di Kabupaten Kutim, akhirnya menghadapi tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Sangatta. Kedua terdakawa tersebut dituntut hukuman seumur hidup oleh tim Jaksa, Rabu (8/2/2017) sore.

Tuntutan kedua terdakwa dibacakan secara terpisah dan bergantian oleh tim, JPU Kejaksaan negeri Sangatta yang terdiri dari Jefri Hardi, SH, Mohammad Heriyanto SH dan Muhammad Mahdy, SH, MH.

Menurut tim JPU, kedua terdakwa secara sah dan terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan pemufakatan jahat melakukan tindak pidana narkotika tanpa hak dan menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I yang beratnya mencapai 14,2 kg.

“Sebagaimana diatur dalam pidana dakwaan ke satu pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Menjatuhkan kepada pidana kedua terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup,”kata salah seorang tim JPU.

Atas tuntutan tersebut, majelis hakim memberikan  kesempatan bagi kedua terdakwa untuk membela diri, dalam sidang berikutnya, yang akan dilaksanakan minggu depan.

Seperti diketahui, Sabtu (2/7) lalu, kedua terdakwa tersebut diamankan Polres Kutim dalam sebuah razia cipta kondisi (Cipkon) di Simpang tiga Perdau, Jalan Poros Sangatta – Bengalon, Kecamatan Bengalon. Dalam razia itu, polisi menyita barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 14 ball dengan berat total 14 kilogram.

Barang haram tersebut disimpan di dalam sebuah jerigen air, yang pada bagian bawahnya di buka untuk memasukkan sabu tersebut, sehingga tampak jerigen seperti terisi cairan. Jerigen kapasitas 20 liter tersebut, ditempatkan di kursi belakang mobil Kijang Innova Hitam yang dikendarai kedua terdakwa. Rencananya, narkotika sabu yang belakangan diketahui berasal dari salah satu bandar di Malaysia tersebut hendak diantar ke seseorang bandar di Samarinda, namun keburu disita polisi. Karena pemiliknya kabur, barang bukti bernilai miliar rupiah itu dianggap sebagai milik keduanya.

Dalam sidang, keduanya mengakui sudah sekali mengantar barang haram seperti itu, ke Samarinda. Namun untuk kedua kali ini, mereka tertangkap.

Dalam mengantar sabu ini, Bandar menjanjikan uang senilai Rp50 juta bagi masing-masing terdakwa, kalau berhasil. Namun karena mereka tertangkap, janji tidak terpenuhi, bahkan Bandar kini lari, dan kini dinyatakan sebagai DPO kepolisian. (ima)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: