Ragam

Bupati Kutim : Sukses Kutim tergantung Kades

WARTAKUTIM.COM, SANGATTA – Bupati Ismunandar mengatakan sebelum dilantik, para Kades sudah diberi pelatihan dan pembekalan dari aparat hukum dan dinas teknis, terkait tugas pokok dan fungsi serta hal-hal penting lainnya. Guna mendukung pelaksanaan tupoksi seorang Kades.

“Artinya apa? Apabila kembali ke desa dan bertugas, (Kades) sudah punya bekal kepemimpinan. Diharapkan agar apa (pelatihan dan pembekalan) yang sudah diberikan menjadi pegangan,” kata bupati yang akrab disapa Ismu ini.

Agar tak salah melangkah, Ismu mengingatkan agar Kades terus berkoordinasi dan komunikasi apabila ada hal yang kurang dipahami. Jika  memang tidak paham maka lebih baik dikomunikasikan sehingga tidak salah menyimpulkan. “Jangan sampai tidak paham, tapi jalan terus. Ujung-ujungnya malah salah,” katanya.

FKPD dan para pihak lain tentunya akan membantu kelancaran tugas-tugas Kades di lapangan. Ismu menyebut, Kades merupakan kepanjangan tangan dan bayang-bayang Bupati. Sukses Kutim tergantung Kades, karena masyarakat Kutim tinggal di desa. Dengan kata lain, sukses desa adalah sukses Kabupaten Kutim. Desa tidak sukses, menghasilkan kecamatan yang tidak sukses, maka kabupaten juga tidak sukses. Dengan begitu, bisa dikatakan keberhasilan pembangunan di Kutim juga ada di pundak para Kades.

Ismu percaya dan berkomitmen bahwa sudah saatnya desa membangun. Komitmen dimaksud diwujudkan dalam kebijakan alokasi anggaran untuk desa sebesar Rp 2-5 miliar per desa per tahun di tahun 2017 ini. Sementara untuk 2018, masih akan berlanjut dengan rincian program yang akan diatur oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Namun Ismu berpesan agar dari distribusi dana tersebut, Kades mengimplementasikan kebijakan untuk pemberdayaan masyarakat, kegiatan kewanitaan, peningkatan kesejahteraan keluarga, serta pengembangan olahraga. Didukung pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan administrasi yang baik.

“Banyak persoalan yang ada di desa, jangan malu untuk meniru desa yang berhasil. Untuk bisa belajar bagaimana pengelolaan desa. Kades juga melakukan pemetaan desa per desa, dusun atau RT. Agar bantuan yang diberikan pemerintah tepat sasaran. Kepada warga dengan kondisi pra sejahtera, lansia dan warga yang membutuhkan lainnya untuk memerangi kemiskinan,” jelas Ismu.

Click to comment
To Top