Hukum Dan Kriminal

34 Unit BB Diamankan Polisi

Seorang Pelaku Runmor Dihadiahi Timah Panas

WARTAKUTIM.COM, SANGATTA  – Satuan Reserse Kriminal Porles Kutai Timur berhasil mengamankan  dua kelompok pencuri motor (Ranmor). Dari kedua kelompok tesebut, diamankan sebanyak 34 unit sepeda motor.

Kelompok pertama yang berhasil di bekek adalah Ag (31) yang merupakan pelaku curanmor. Polisi juga menghadiakan timah panas pada kakinya,  kerena saat ringkus penangkapan pelaku melakukan perlawan kepada aparat kepolisian.

Kapolres Kutim AKBP Rino Eko didampingi Kasat Reskrim  AKP Andhika Darma Sena mengatakan terungkapnya kasus ini, berkat keterangan seorang penada berinisial Ny (35) yang lebih dulu diamankan pihak kepolisaian.

Dari keduanya, polisi berhasi menyita barang bukti 10 unit sepeda motor,  yang dicuri dari berbagai Tempat Kejadian Perkara (TKP). Termasuk 4 unit kendaraan TKP-nya berada di wilayah hukum Polres Bontang.

“Kasus ini terbongkar setelah kami menangkap Ny yang berperan sebagai penadah motor curian di Kilometer 1 Jalan Poros Sangatta Bontang. Dari hasil pengembangan, ternyata motor itu didapat dari Ag. Saat dilakukan pengejaran, Ag kabur ke Samarinda. Namun berhasil diringkus. Tapi, saat hendak ditangkap melawan, sehingga terpaksa kami tembak di kaki,” jelas Andhika.

Dijelaskan, modus yang dilakukan Ag dalam dengan cara merusak kunci kontak menggunakan kunci L yang telah dimodifikasi. Setelah rusak, tersangka langsung menggunakan kunci kontak yang sengaja disiapkannya. “Untuk TKP aksi  keduanya berpindah-pindah. Tapi mayoritas di Sangatta,”  katanya

Sementara kelompok kedua,  menurut Andhika,  yakni Ac (37) yang berperan sebagai pemetik, Fr (31) dan Ek (28) berperan sebagai penadah. Dari kelompok ini, diamankan 24 unit motor curian.

“kelompok ini terbongkar justru berawal dari laporan karyawan perusahaan tambang yang kerap kehilangan motor. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata dalam melakukan aksinya Ac menyamar dengan menggunakan baju karyawan perusahaan tambang. Uniknya, setelah berhasil membawa kabur motor, langsung dimasukan dalam mobil milik keluarga pelaku yang dipinjam. “Tersangka kami tangkap 21 Maret 2017 lalu, saat sedang beraksi. Dari hasil pengembangan dua penadahnya berada di wilayah Sangkulirang,” jelas Andhika.

Dalam melakukan aksinya,  tersangka  menunggu sesuai pesanan dari kedua penadahnya. Motor tersebut rata-rata dijual ke wilayah perkebunan kelapa sawit dengan harga miring, yakni kisaran Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per unit tanpa dilengkapi surat-surat. Sedangkan setiap unitnya kedua penadah mengaku mengambil untung Rp 200 ribu.

“kedua kelompok ini menjual hasil curian itu rata-rata ke daerah pedalaman dengan harga miring,” katanya.

Andhika mengakui, pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus curanmor tersebut. Sebab melihat modusnya, ke kedua kelompok ini memiliki keterkaitan dengan kelompok lain di luar Kutim.

“Karena banyaknya TKP kemungkinan masih ada. Tapi yang jelas antara kedua kelompok tidak memiliki keterkaitan,”  jelas Andhika.

Atas perbuatannya, Ag dan Ac yang berperam sebagai pemetik dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman diatas 7 tahun penjara. Sedangkan ketiga penadah yakni Ny, Fr, dan Ek dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadah hasil curian dengan ancaman 4 tahun penjara.

“Dari 34 motor yang diamankan, 4 unit kami serahkan ke Polres Bontang, karena TKP-nya disana. Delapan unit sudah diketahui pemiliknya, dan sedang dalam proses penyidikan. Sisanya, masih dalam proses pengecekan,” katanya

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: