Berita Pilihan

Mugeni Bantah Pengalihan Ribuan Hektar Wilayah Kutim Oleh Berau

WARTAKUTIM.COM, SANGATTA – Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Kutim, Mugeni membantah terjadi pengambilalihan puluhan ribu hektar wilayah di perbatasan Kutai Timur oleh Kabupaten Berau.

Hal tersebut disampaikan Mugeni Saat ditemui awak media belum lama ini. Ia mengatakan kabar terjadinya pencaplokan wilayah Kutai Timur secara besar-besaran hingga mencapai puluhan ribu hektar tersebut tidaklah benar.

“Saya sudah konfirmasi ke Bagian Pemerintahan Pemkab Kutim, dan memastikan bahwa kabar tersebut tidak tepat.”ungkapnya.

Namun, Mugeni mengakui jika memang ada wilayah perbatasan Kutim yang dicaplok oleh Berau, tetapi luasannya tidak mencapai puluhan ribu hektar.

Dikatakan, dalam proses penyelesaian tapal batas wilayah antara Kutim dan Berau, saat ini ditangani penuh oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Hingga saat ini, Pemkab Berau masih bersikukuh dalam penetapan tapal batas harus mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 47 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Malinau, Kutai Barat, Kutai Timur dan Kota Bontang. Sementara Pemkab Kutim meminta dalam penetapan tapal batas wilayah haruslah mengacu pada kondisi batas alam, baik gunung dan sungai. “Inilah yang hingga kini belum diputuskan oleh pihak Provinsi Kaltim,” katanya.

Sementara terkait adanya dugaan penggeseran patok tapal batas oleh Berau, Mugeni mengatakan hal tersebut adalah kesalahan teknis dari Pemprov Kaltim dalam pemasangan patok, yang seharusnya dipasang di atas Sungai Mayung di Miau Baru Kecamatan Kongbeng yang merupakan batas antara Kutim dengan Berau. Namun patok batas kedua kabupaten masih berproses di Provinsi Kaltim. Karena perbedaan sudut pandang, menyebabkan permasalahan ini tidak kunjung menemui kata sepakat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sekretaris Komisi A DPRD Kutim, Agiel Suwarno mengatakan bahwa terjadi akusisi puluhan ribu hektar lahan yang ada di wilayah perbatasan Kabupaten Kutai Timur oleh Pemerintah Berau. Bahkan terjadi pergeseran patok tapal batas dan telah dipermanenkan oleh Berau. Hal ini selain menyebabkan Kutim kehilangan puluhan ribu hektar wilayah, juga adanya perkebunan yang seharusnya masuk ke Kutim namun kini berada di wilayah Berau.

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: