Berita Pilihan

Sekitar 4000 Guru TK2D Belum Terima Insentif Selama 3 Bulan

ilustrasi (Sumber Ft : Google)

WARTAKUTIM.COM,SANGATTA – Sekitar 4000 orang guru dengan status sebagai Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) atau Non PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Kutai Timur, belum menerima insentif  dari pemkab Kutai Timur selama tiga bulan terakhir.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim, Roma  Malau, dalam rapat Koordinasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kutim, belum lama ini.

Menurut Roma Malau, belum dibayarkannya insentif guru TK2D , karena tidak adanya anggaran  hingga saat ini. Pihaknya juga terus berupa untuk dapat membayar insentif tersebut dengan mengajukan permohonan penggunaan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari PT Kaltim Prima Coal (KPC), namun hingga saat ini belum mendapatkan kepastian.

“Kami hanya ingin menyampaikan, insentif non PNS sampai hari ini belum tersedia anggaranya. Yang kita ajukan dari CSR KPC juga belum ada,”ungkapnya dalam rapat.

Sementara itu, Wakil Bupati, Kasmidi Bulang saat dikonfirmasi mengakui ada sekitar kurang lebih 4000 orang guru berstatus TK2D di Kutim belum menerima pembayaran insentif dalam tiga bulan terakhir.

Pihaknya telah mencarikan solusi pembayaran dengan meminta bantuan penggunaan dana CSR, namun memang hingga saat ini belum menerima kejelasan berapa besaran anggaran CSR tersebut yang bisa digunakan.

“Sebenarnya kami sudah minta bantu melalui CSR. Kemarin ada komitmen  program CSR.”ujar Kasmidi saat ditemui awak media. dengannya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengajukan anggaran melalui dana CSR sekitar Rp 5 Milliar, Namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak KPC. Wabup juga meminta pihak disdik untuk berkomunikasi dengannya terkait dengan permasalahan ini.

Selain itu, pihaknya juga berupaya dengan penggunaan dana hibah yang nilainya lebih dari Rp 2 miliar, yang memang dialokasikan untuk pembayaran insentif guru non PNS tersebut.

“Dengan jumlah yang sudah ada, maka Pemkab Kutim hanya  tinggal mencarikan sisanya sekitar Rp 3 miliar, ujarnya

Kasmidi lebih lanjut menyebutkan bahwa kebutuhan anggaran untuk membayarkan insentif guru TK2D di Kutim pada 3 bulan pertama lebih dari Rp 5 miliar.

To Top
%d blogger menyukai ini: