Berita Pilihan

Uang Hasil Mencuri Handpone Untuk Nafkahi Orang Tua di Kampung Halaman.

SANGATTA, WARTAKUTIM.COM – Aparat Kepolisian Polres Kutai Timur menciduk dua pemuda berinisial DH (20) dan AD (19) asal Jawa tengah karena kedapatan mencuri handphone milik pegawai  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) pada Selasa (25/4) kemarin.

Aksi mereka ketahuan lewat rekaman CCTV yang ada di Kantor Diskes. Kejadian berawal  sekitar pada pukul 13.30 Wita yang mana adalah jam istirahat perkantoran.

“Kejadiannya pas jam makan siang. Karena istirahat, kami terbiasa menaruh hape di meja kami begitu saja. Lalu dia masuk ke kantor dengan alasan menawarkan buku agama dan Al-Quran. Mungkin karena ada kesempatan, maka mereka mencuri,” Kisah pegawai Dinkes, Vina kepada awak media di Markas Polres Kutim.

Begitu Vina kembali dari warung makan, kontan saja dia kaget melihat ponselnya hilang. Ia pun memeriksa CCTV dan benar bahwa ponselnya dicuri oleh DH. Berbekal rekaman CCTV dia mengabarkan teman – temannya di dinas lain.

Benar saja, akhirnya DH ditangkap di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim. DH pun sempat dihadiahi ‘bogem mentah’ dari warga yang geram melihat aksinya. Dari pengakuannya, ponsel tersebut sudah berpindah tangan ke temannya AD untuk dijual. DH pun disuruh memanggil AD yang sama – sama digelandang petugas ke ruang tahanan Polres Kutim.

Sementara, itu saat ditemui awak media di ruang tahanan Mapolreskutim,  DH dan AD mengaku nekat mencuri ponsel untuk mengirim uang kepada orangtuanya di Jawa.

DH dan AD awalnya berjualan Al-Quran dan buku agama di Kantor kantor dinas kompleks perkantoran bukit pelangi Sangatta, Kutai Timur.

“Saya merantau disini sejak Bulan Agustus 2016 lalu. Baru kali ini mencuri handphone untuk dijual lalu uangnya dikirim ke orangtua saya di Jawa Tengah. Kami berjualan tidak ada gaji tetap, jadi kalau barang kami tidak terjual, ya kami tidak dapat apa – apa,” tuturnya tersedu – sedu. (wal)

Click to comment
To Top